detikNews
Selasa 15 Oktober 2019, 16:02 WIB

Rumah Ambruk di Kota Sukabumi, 1 Penghuni Terluka

Syahdan Alamsyah - detikNews
Rumah Ambruk di Kota Sukabumi, 1 Penghuni Terluka Kondisi rumah milik warga yang rusak dan ambruk di Kota Sukabumi. (Syahdan Alamsyah/detikcom)
Sukabumi - Rumah semipermanen milik Syamsiah (60), warga Jalan Gotongroyong, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi, Jawa Barat, ambruk karena dibiarkan lapuk. Keluarga mengaku tak punya biaya untuk perbaikan rumah tersebut.

Kerusakan rumah Syamsiah ini sebenarnya terjadi sejak setahun silam. "Rumah dari awal tidak layak dihuni, lapuk dan keropos. Begitu turun hujan, langsung roboh. Waktunya sekitar dua minggu ke belakang. Untung saja pas kejadian awal itu nggak ada korban karena semua penghuninya di luar," kata Iqbal Mutaqin, anggota Karang Taruna setempat, kepada detikcom, Selasa (15/10/2019).

Saat kejadian kedua atau 13 Oktober, warga yang bekerja bakti menyingkirkan puing, kembali dikagetkan oleh suara reruntuhan bangunan. Syamsiah, yang akrab dipanggil Isam, tertimpa genting.

"Posisi Bu Isam sedang membetulkan genting. Kami di luar sedang kerja bakti. Tiba-tiba ada suara runtuh lagi, ternyata beliau tertimpa genting dan sekarang dirawat di RSUD R Syamsudin SH," kata Iqbal.

Pengaduan pernah dilayangkan warga, bahkan saat peluncuran program Sukabumi Quick Respons, saat awal Wali Kota Achmad Fahmi dan Andri Hamami menjabat, soal lapuknya kediaman Isam itu pernah dilaporkan.

"Kami kan coba pakai aplikasi, ternyata ada respons. Pengaduan kami diberi barcode, tapi hanya sebatas itu. Sampai sekarang belum ada tindak lanjut. Kalau kata keluarga, pihak desa pernah datang, tapi nggak tahu bagaimana kelanjutannya," tutur Iqbal.

Sementara itu, Mia (38), putri Syamsiah, mengaku ibunya kerap menolak ketika diajak tinggal di rumah keluarga yang lain. "Sering saya ajak tinggal di rumah saudara, tapi Ibu nggak mau dan tetap bertahan di situ," ujar Mia.

Mia menyebut usia rumah itu sekitar 40 tahun dan sudah mulai lapuk pada 2014. Kesulitan keuangan membuat keluarga tak mampu memperbaiki rumah. "Ada rezeki hanya cukup makan sehari-hari, pernah kedatangan dari pihak kelurahan, mereka bilang manfaatkan saja ruangan yang bisa terpakai," kata Mia.

Beberapa dinding rumah ini terbuat dari bilik bambu. Sejumlah atapnya bocor, bahkan di ruangan belakang nyaris semua atap terbuka akibat kayu yang lapuk.
(sya/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
BERITA TERBARU +