detikNews
2019/10/14 15:31:09 WIB

Pengelola Kawah Putih Pasang Spanduk 'Dilarang Menyalakan Api'

Wisma Putra - detikNews
Halaman 1 dari 2
Pengelola Kawah Putih Pasang Spanduk Dilarang Menyalakan Api Spanduk yang dipasang pengelola objek wisata Kawah Putih. (Foto: Wisma Putra/detikcom)
Kabupaten Bandung - Pascakebakaran hutan di Kawah Putih, Rancabali, Kabupaten Bandung, spanduk peringatan untuk tidak merokok dipasang pengelola di kawasan wisata tersebut.

Pantauan detikcom, Senin (14/10/2019), spanduk peringatan bertuliskan 'DILARANG MENYALAKAN API DALAM BENTUK APAPUN (API UNGGUN, MEROKOK, MEMBAKAR SAMPAH DLL)' dan 'NO FIRE IN ANY FORM! (CAMP FIRE, SMOKING, BURNING TRASH, etc)'. Spanduk dipasang di setiap sudut kawasan wisata Kawah Putih dan di gerbang masuk pengunjung.


Spanduk itu dipasang pengelola, sesuai arahan dari Kapolres Bandung AKBP Indra Hermawan. "Sudah kami pasang sesuai arahan pihak kepolisian," kata Cluster Manager Perhutani Ciwidey Isal Putra Jaya di Kawah Putih.

Selain memasang spanduk peringatan, pihaknya juga memberikan imbauan secara langsung kepada pengunjung dengan menggunakan pengeras suara. "Petugas kami juga memberikan imbauan langsung kepada wisatawan agar tidak merokok, membuat api unggun, membakar sampah dan menyalakan api dalam bentuk apapun," tutur Isal.

Sehari dibuka pascakebakaran, ia mengungkapkan, kunjungan wisatawan kembali ramai. Minggu kemarin tercatat 2.000 wisatawan mengunjungi Kawah Putih.

Pengelola Kawah Putih Pasang Spanduk 'Dilarang Menyalakan Api'Wisatawan menikmati pesona Kawah Putih. (Foto: Wisma Putra/detikcom)
Meski sudah dibuka untuk umum, ada area yang tidak boleh dikunjungi wisatawan di antaranya kawasan Sunan Ibu dan Sunan Rama. Pengelola lebih memperketat pengawasan pengunjung yang datang ke obyek wisata ini.

"Kami juga akan mengedukasi pengunjung untuk taat dan mengikuti aturan, tidak merusak lingkungan flora fauna, terutama tidak merokok," ucap Isal.

Para pengunjung yang datang ke obyek wisata ini tetap antusias. Salah satunya Rasyid (30), wisatawan asal Manado, Sulawesi Utara.

"Suasananya bagus dan tenang. Pemandangannya mempesona. Meski kemarin saya lihat di berita hutan di Kawah Putih terbakar tidak mengganggu keindahan obyek wisata ini," ujar Rasyid.


Selain itu, Deden, salah satu fotografer di Kawah Putih, merasa bersyukur karena objek wisata ini kembali dibuka untuk wisatawan.

"Bisa mencari nafkah kembali setelah lima hari ditutup. Kemarin pas kebakaran saya tidak bisa mencari nafkah, bersama juru foto lainnya saya ikut menjadi relawan untuk memadamkan api," ucap Deden.


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com