detikNews
Kamis 10 Oktober 2019, 12:03 WIB

326 Wilayah di Jawa Barat Masih Berstatus Desa Tertinggal

Mukhlis Dinillah - detikNews
326 Wilayah di Jawa Barat Masih Berstatus Desa Tertinggal Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Jabar Dedi Sopandi (Mukhlis Dinillah/detikcom)
Bandung - Bupati Bogor Ade Yasin menyebut masih ada 45 desa yang berstatus tertinggal di wilayahnya. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengakui hal tersebut. Berapa sih jumlah desa tertinggal di Jabar?

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Jabar Dedi Sopandi mengatakan indikator desa ada lima, yakni sangat tertinggal, tertinggal, berkembang, maju, dan mandiri. Saat ini, desa sangat tertinggal dipastikan tak ada lagi.

"Tahun 2018 itu desa sangat tertinggal ada 48, lalu ini 2019 sudah nol. Itu berdasarkan penilaian Kemendes, bukan kami," kata Dedi saat dihubungi via telepon seluler, Kamis (10/10/2019).


Ia menuturkan, untuk status desa tertinggal pada 2018 tercatat 929 desa dan menurun jumlahnya menjadi 326 desa pada 2019. Khususnya di Kabupaten Bogor, sejauh ini terdapat 45 desa.

"Kalau kita jumlahkan, status desa tertinggal di Bogor 45, Jonggol ada, Jasinga, Parungpanjang, Tenjo, rata-rata itu desa perbatasan," ucapnya.

Sementara untuk desa berkembang tercatat pada 2018 sebanyak 3.603 dan naik menjadi 3.656 desa. Yang meningkat pesat adalah desa maju dari tahun sebelumnya 695 menjadi 1.232 desa.

"Sementara desa mandiri pada 2018 jumlahnya 37, sekarang 98 desa," katanya.


Menurutnya, Pemprov Jabar menyiapkan strategi untuk menaikkan status desa tertinggal, baik di Bogor dan wilayah lain. Pihaknya mendorong pembangunan infrastruktur, khususnya di wilayah perbatasan.

"Sudah ada keberpihakan dari Pemprov Jabar, pertama tahun ini sudah digelontorkan Rp 3,7 miliar bantuan modal BUMDes di Bogor. Bantuan sarpras perbatasan 10 program yang hadir di desa tertinggal betonisasi Rp 3,4 miliar, keuangan bagi seluruh desa Bogor Rp 52,8 miliar," kata Dedi.

"Setelah menata desa perbatasan tahun ini, ini merupakan fondasi dasar yang kami akan terus merangkak dari perbatasan maju ke tengah. Ke depan, lompatan desa menjadi lebih maju signifikan," ujar Dedi.
(mud/tro)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com