Ini Motif Preman Bersangkur Ancam Barista di Cirebon

Sudirman Wamad - detikNews
Kamis, 19 Sep 2019 21:36 WIB
Ilustrasi kejahatan. (Foto: Ilustrasi oleh Edi Wahyono)
Ilustrasi kejahatan. (Foto: Ilustrasi oleh Edi Wahyono)
Cirebon - Polisi meringkus preman bersenjata sangkur, inisial F, yang mengancam seorang barista kedai Kopi Pekalipan Kota Cirebon, Jawa Barat. Motif pelaku mengancam barista kopi karena merasa jagoan.

"Ya motifnya pelaku ini sok jagoan, kebal hukum. Memang gayanya premanisme," kata Kasubag Humas Polresta Cirebon Iptu Momon Sukarman kepada detikcom melalui pesan singkatnya, Kamis (19/9/2019).

Polisi meringkus pelaku di Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Rabu (18/9) kemarin. Polisi menyita barang bukti berupa sebilah sangkur, kalung, motor dan keling.


Pemilik kedai Kopi Pekalipan, Irawan Budiawan, mengapresiasi polisi yang menangkap pelaku. Pria yang akrab disapa Budi itu mengaku masih menyimpan rasa trauma atas kejadian yang menimpa baristanya pada awal September lalu.

Sehari setelah pengancaman dengan senjata tajam itu, Budi memilih menutup kedai sampai batas waktu yang belum ditentukan. Sebab, Budi berencana membuka lagi bisnisnya tersebut.

"Rencana buka lagi, tetapi tidak di tempat yang sama. Kapan bukanya kami sendiri sedang mencari waktu yang tepat, seiring suasana hati kami. Bila sudah mendapatkan kembali passion seduh yang sempat hilang," ucap Budi kepada detikcom.

Budi mengaku berat hati menutup kedai kopi yang dibukanya sejak 2015 silam. "Sedih ada, tapi kami percaya kalo rezeki gak akan kemana," kata Budi.


F mengancam Mujahidin alias Gondrong, barista di Kedai Kopi Pekalipan, Jalan Pekalipan Kota Cirebon, Jawa Barat. Idin, sapaan akrabnya, diancam dengan sangkur oleh pelaku.

"Kejadiannya tanggal 3 September lalu. Pelaku beberapa kali pernah datang ke kedai. Pernah ditegur pemilik kedai karena sering tidak bayar," kata Idin sapaan akrabnya saat berbincang dengan detikcom di halaman Mapolresta Cirebon Jalan Veteran Kota Cirebon, Jabar, Selasa (17/9/2019) sore.

Kedai Kopi Pekalipan pun memilih tutup lantaran khawatir terjadi hal serupa. Atas kejadian itu, sejumlah barista dan pemilik kedai kopi di Kota Cirebon, menggelar aksi solidaritas menyeduh kopi di halaman Mapolresta Cirebon. (bbn/bbn)