detikNews
2019/09/05 16:45:12 WIB

Kemendag Sita 551 Bal Pakaian Impor Bekas di Bandung

Mochamad Solehudin - detikNews
Halaman 1 dari 2
Kemendag Sita 551 Bal Pakaian Impor Bekas di Bandung Kemendag sita 551 bal pakaian impor bekas di Bandung. (Foto: Mochamad Solehudin/detikcom)
Bandung - Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) menyita 551 bal pakaian impor bekas di salah satu Gudang dekat Pasar Gedebage, Kota Bandung. Barang yang disita itu senilai Rp 4-5 miliar.

Siang tadi Kamis (5/9/2019), tim dari Dirjen PKTN bersama sejumlah instansi terkait melakukan sidak ke sejumlah gudang penyimpanan pakaian impor bekas di wilayah Gedebag. Dalam sidak tersebut tim berhasil menyita sebanyak 551 bal pakaian impor bekas yang diduga akan dijual di berbagai pasar pakaian bekas Kota Bandung.


Penyitaan dilakukan karena ratusan bal pakaian impor bekas itu barang ilegal. Selain itu, penjualan pakaian impor bekas juga tidak diperbolehkan karena melanggar UU Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan UU Nomor 7 tahun 2014 tentang Perdagangan.

Dirjen PTKN Kementrian Perdagangan Veri Anggrijono menyatakan, pakaian-pakaian bekas yang diimpor ini dikhawatirkan berdampak negatif kepada masyarakat. Salah satunya bisa menjadi media penyebaran berbagai penyakit.


Pihaknya mengaku sempat melakukan penelitian dengan mengambil sampel pakaian bekas. Meski sudah dibersihkan atau dicuci nyatanya bakteri, jamur bahkan virus penyakit masih menempel di pakaian tersebut.

"Kalau dimanfaatkan setelah beberapa lama ini bisa menimbulkan penyakit. Nah konsentrasi kita karena mengganggu kesehatan," kata Veri di sekitar Pasar Gedebage, Kota Bandung, Kamis (5/9/2019).

Dia menuturkan, ratusan bal pakaian impor bekas ini masuk secara ilegal. Modusnya, kata dia, dengan menyamarkan proses pengiriman dengan ditutupi kardus mainan yang sudah mendapat cap legal.
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com