detikNews
Sabtu 24 Agustus 2019, 18:42 WIB

Polres Sukabumi Gagalkan Penyeludupan Benur Senilai Rp 27 Miliar

Syahdan Alamsyah - detikNews
Polres Sukabumi Gagalkan Penyeludupan Benur Senilai Rp 27 Miliar Polres Sukabumi gagalkan penyelundupan bibit lobster (Foto: Istimewa)
Sukabumi - Satuan Polisi Air dan Udara (Satpol Airud) Polres Sukabumi berhasil mengagalkan penyelundupan ribuan ekor benur (bibit lobster) bernilai puluhan miliar rupiah.

Informasi yang diperoleh polisi, ribuan benur tersebut rencananya akan di bawa ke pengepul di wilayah Cisolok, Palabuhanratu. Polisi membekuk pelaku saat dalam perjalanan menuju pengepul pada Jumat (23/8).

"Kita melakukan pengintaian di sepanjang jalan dari lokasi keberangkatan di wilayah Ujunggenteng. Benur itu mereka angkut menggunakan kendaraan pribadi yang sedikit di modifikasi bernomor polisi F 1686 VD," kata Nasriadi didampingi Kasat Polair Polres Sukabumi, AKP Amran Kusnandar, Sabtu (24/8/2019).

Menurut Nasriadi kronologi penangkapan bermula dari adanya laporan dari warga pada Jumat (20/8/2019) sekitar pukul 10.00 WIB, kendaraan pribadi mengangkut benur dari Cibuaya Ujunggenteng dengan tujuan Cisolok, Palabuhanratu.

Setelah dilakukan pengintaian, sekitar pukul 19.50 WIB mobil dengan ciri-ciri yang dilaporkan warga melintas di sekitar Bagbagan, Palabuhanratu. Petugas bergerak melakukan penyergapan, saat diperiksa ditemukan benur di dalam mobil berwarna putih itu.

"Kita hentikan dan periksa, ternyata memang ditemukan kantong plastik besar warna hitam yang di dalamnya terdapat puluhan kantong plastik warna bening ukuran satu kilogram yang berisikan benur, pelaku berinisial H kita amankan," lanjut Nasriadi.

Seluruh barang bukti kemudian dibawa ke Mako Satpolairud di Palabuhanratu. Hasil perhitungan sementara keseluruhan Benur selundupan tersebut bernilai Rp 27.369.800.000.

"Rencana akan mereka kumpulkan lalu ekspor secara ilegal ke wilayah Vietnam. Benur yang mereka selundupkan berbagai jenis mulai dari jenis Pasir dan Mutiara. Totalnya senilai Rp 27 milyar," terang Nasriadi.

Para pelaku dijerat dengan Pasal 16 Ayat (1) Jo pasal 88 dan atau pasal 26 ayat (1) Jo pasal 92 UU RI No. 31 tahun 2004 tentang perikanan sebagaimana telah di ubah dan ditambahkan dengan UU RI No. 45 tahun 2009 tentang perubahan atas UU RI No. 31 tahun 2004 tentang perikanan.

"Benur itu sudah kita lepas liarkan ke laut bersama rekan-rekan dari TNI AL siang tadi. Untuk pelaku berinisial H masih menjalani pemeriksaan dan penyelidikan lebih jauh," tandasnya.
(sya/mud)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com