detikNews
Kamis 22 Agustus 2019, 10:53 WIB

BI Gandeng Traveloka Kembangkan Wisata di Jabar

Tri Ispranoto - detikNews
BI Gandeng Traveloka Kembangkan Wisata di Jabar Foto: Tri Ispranoto/detikcom
Kupang - Bank Indonesia (BI) terus mendorong pertumbuhan ekonomi dari sektor pariwisata di Jawa Barat. Rencananya, BI akan menggandeng platform digital Traveloka untuk pengembangan wisata.

Hal tersebut diungkapkan Kepala BI Jabar Dony P Joewono saat menggelar diskusi bertajuk 'Pemanfaatan Teknologi Digital dalam Pengembangan Sektor Pariwisata' di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (21/8/2019) petang.

Menurut Dony, selama ini Jabar masih dikuasai industri manufaktur, yang mencapai 42 persen. Namun sektor tersebut tidak bisa terus diandalkan dan kini cenderung menurun.

"Ada tiga calon yang bisa mengimbangi manufaktur di Jabar, yaitu pariwisata, industri kreatif, dan perikanan," ujar Dony.

Saat ini, kata Dony, pihaknya berfokus untuk meramu dari sektor pariwisata. Terlebih, Jawa Barat dianggap sebagai lumbung potensial yang memiliki unggulan dari sektor pariwisata.

Dony mengatakan saat ini supply dolar lebih kecil dibanding demand, sehingga salah satu tugas BI adalah merumuskan agar tidak terus terjadi defisit neraca belanja. Salah satunya melalui pariwisata.

"Dolar itu masuk ke kita dari tiga hal, pertama batu bara, lalu sawit, dan ternyata pariwisata nomor tiga. Nah, kita upayakan dari yang nomor tiga itu," katanya.

Salah satu yang akan dilakukan untuk hal tersebut adalah menggandeng platform digital yang juga berfokus pada pengembangan pariwisata, yakni Traveloka. Nantinya BI Jabar akan membuat percontohan terhadap satu daerah untuk mengembangkan pariwisata.

"Kita mungkin bisa kerja sama dengan Cianjur, Sukabumi, atau daerah lainnya untuk menjadi pilot project," ucapnya.

Di tempat yang sama, Product Manager for Payment Traveloka Willy Sakareza mengaku siap membantu pengembangan pariwisata di Jabar. Nantinya, setelah ditentukan daerah mana yang siap kerja sama, akan ada tim yang melakukan asesmen.

Menurutnya, pengembangan wisata tersebut tidak hanya berlaku bagi pemerintah daerah, tapi juga swasta, koperasi, bahkan individu. "Kita selalu terbuka bagi siapa saja untuk dikenalkan pada customer yang saat ini mencapai 1 juta user per hari. Silakan sampaikan dan kita nanti pelajari bersama," ujar pria yang karib disapa Saka itu.
(tro/ern)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com