detikNews
Rabu 21 Agustus 2019, 14:29 WIB

Terkendala Lahan, Taman RW di Kota Bandung Tak Sesuai Target

Mochamad Solehudin - detikNews
Terkendala Lahan, Taman RW di Kota Bandung Tak Sesuai Target Taman Balai Kota Bandung (Mukhlis Dinillah/detikcom)
Bandung - Pembangunan taman RW di Kota Bandung terkendala permasalahan lahan. Pada tahun ini saja, dari target 20 taman RW, baru delapan ruang publik tersebut yang bisa direalisasikan.

Kepala Bidang Pertamanan DPKP3 Kota Bandung Iwan Sugiono menyatakan pembangunan taman RW merupakan bagian dari upaya Pemkot dalam meningkatkan ruang terbuka hijau (RTH). Namun program tersebut belum optimal karena terkendala beberapa hal.

Salah satu masalah yang kerap menjadi kendala terkait ketersediaan lahan. Contohnya saja, kata dia, dari 20 rencana pembangunan taman RW pada 2019, baru delapan taman yang bisa dikerjakan. Setiap taman tersebut dibangun di atas lahan sekitar 100 meter persegi dengan anggaran Rp 863 ribu per meternya.

"Baru selesai di PHO (provisional hand over/serah-terima pekerjaan) delapan dari 20 yang sudah jelas lahannya," katanya, saat dihubungi, Rabu (21/8/2019).

Taman RW yang rencananya akan dibangun di antaranya, kata dia, terletak di Kelurahan Cipadung Kidul, Antapani Tengah, Hegarmanah, Sukabunga, Neglasari, Manjahlega, Derwati, Gerlong, Arjuna, Sukawarna. Kemudian di Cisaranten Kidul, Antapani Kulon, Sekejati, Mengger, Margahayu Utara, Sukaraja, Jatihandap, Pasirwangi, dan Cibaduyut Wetan.

Dia mengungkapkan rencana pembangunan taman RW diusulkan oleh warga dalam Musrenbang atau usulan DPRD. Setelah itu pembangunan disiapkan sesuai dengan usulan tersebut.

Dari usulan yang masuk, pihaknya menyiapkan anggaran dan menjadi salah satu program setiap tahunnya. Kemudian pihaknya juga melakukan inventarisasi ke lapangan untuk melihat lahan dan persiapan pembangunan lainnya.

"Waktu pengusulan (lahannya) katanya milik Pemkot, setelah dicek ulang, (lahannya) bukan milik Pemkot. Itu hambatan kita," ucapnya.

Kondisi itu, kata dia, kerap menjadi hambatan dalam merealisasikan pembangunan taman RW. Bahkan, gara-gara permasalahan lahan, anggaran yang disiapkan tidak terserap dengan baik.

"Kalau masalah (lahan) itu kita tarik kembali (anggarannya). Kita anggarkan lagi di perubahan. Kalau nggak ada pengganti (lahan), ya tidak bisa diserap," ucapnya.

Untuk itu, status lahan ini menjadi penting dalam pembangunan taman RW. Pasalnya, setelah selesai dibangun, setiap taman yang dibangun melalui APBD akan menjadi aset Pemkot Bandung.

"Dalam perencanaan ruang publik ini memang mengutamakan status lahannya. Kalau sudah dianggarkan ini ternyata lahan milik warga, sulit juga," ujarnya.



Tonton Juga video Merdeka! Ini Sepatu Kulit Bermotif Peta Indonesia:

[Gambas:Video 20detik]


(mso/ern)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com