detikNews
Rabu 21 Agustus 2019, 13:35 WIB

Pembuat Onar Hoaks soal 110 Juta e-KTP Buatan China Sesali Perbuatan

Wisma Putra - detikNews
Pembuat Onar Hoaks soal 110 Juta e-KTP Buatan China Sesali Perbuatan Syarifudin saat menjalani sidang di PN Bale Bandung. (Wisma Putra/detikcom)
Kabupaten Bandung - Hanya demi mendongkrak jumlah subscribe YouTube miliknya, Syarifudin bin Muhrozi warga Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, mengunggah konten video hoaks soal 110 juta KTP-el palsu buatan China. Kasus tersebut bergulir ke persidangan, ia didakwa telah membuat keonaran. Pria tersebut tersebut menyesali perbuatannya.

Dalam surat dakwaan yang diterima detikcom, Syarifudin sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras dan antargolongan (SARA). Ia didakwa Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.


Pada awalnya, Syarifudin membuka Facebook miliknya dengan nama akun BSFC Zaim Oodua. Ia menemukan tayangan video perihal adanya penangkapan pembuat KTP palsu oleh TNI.

Syarifudin kemudian mengunduh dan mengunggah video berdurasi 2 menit 25 detik tersebut ke akun YouTube miliknya. Video itu berjudul '110 Juta e-KTP Dibikin Warga Cina siap kalahkan Prabowo DI TANGKAP TNI kemana POLRI YA'.

Sidang kasus ini sudah berlangsung di PN Bale Bandung. Pada Rabu (21/8/2019) dijawakan pemeriksaan saksi, namun sidang perkara tersebut ditunda lantaran saksi berhalangan hadir.

Kepada detikcom, terdakwa Syarifudin mengaku menyesal telah menyebarkan video tersebut. "Nyesal banget. Kalau tahu itu hoaks, nggak akan saya share," kata Syarifudin saat digiring keluar dari ruangan sidang PN Bale Bandung.


Ia mengakui channel YouTube yang dibuatnya itu bertujuan untuk mendapatkan banyak subscriber. Akun YouTube Syarifudin telah memiliki 46.793 subscriber dan telah mem-posting 900-an video. Meski begitu, tersangka belum pernah mendapat honor.

"Iya, tapi baru belajar. Belum dapat uang. Video itu saya dapat dari Facebook," ucap Syarifudin singkat.

Syarifudin ditangkap Tim Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri di Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa, 20 November 2018. Dalam kasus ini, polisi menyita sejumlah peralatan yang digunakan tersangka untuk mem-posting hoaks, antara lain akun-akun media sosial sebagai alat bukti.




KPU: Hoax Tak Hanya Serang Institusi tapi Akun Penyelenggara:

[Gambas:Video 20detik]


(bbn/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com