detikNews
Selasa 20 Agustus 2019, 22:57 WIB

Mahasiswa Unpad Olah Limbah Sawit Jadi Kain Tenun

Fadil Muhammad - detikNews
Mahasiswa Unpad Olah Limbah Sawit Jadi Kain Tenun Limbah kelapa sawit diolah menjadi kain tenun. (Foto: DOK. Muhammad Mas'ud)
Bandung - Mahasiswa Universitas Padjadjaran (Unpad) menyabet juara tiga lomba Riset Sawit Tingkat Mahasiswa yang digelar Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit 2019. Inovasi yang mereka cetuskan yaitu mengolah limbah tandan kosong kelapa sawit menjadi kain tenun.

Tim terdiri tiga mahasiswa Fakultas Teknologi Industri Pertanian Unpad masing-masing Muhammad Mas'ud, Sita Halimatus Sa'diyah, dan Bonie Pamungkas ini melaksanakan penelitian selama delapan bulan.

"Biasanya di industri ada proses pengepresan untuk mengambil minyak, hasilnya si tandannya udah berbentuk serat. Kami bersihkan tandan kosong dari kotoran, kita rendam dengan zat kimia. Lalu nantinya menghasilkan dua jenis kain, tenun dan non-woven," tutur Mas'ud, selaku ketua tim, saat dihubungi melalui sambungan telepon, (20/8/2019).

Mahasiswa Unpad Olah Limbah Sawit Jadi Kain TenunMahasiswa Unpad menyabet juara tiga lomba Riset Sawit Tingkat Mahasiswa yang digelar Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawi 2019. (Foto: DOK. Muhammad Mas'ud)
Mas'ud menjelaskan nantinya hasil kain tenun dapat dimanfaatkan untuk seni kriya. Sedangkan kain jenis non-woven dapat digunakan untuk industri biotekstil, peredam suara, maupun sebagai isolator panas.

Ia berharap inovasi ini dapat memberdayakan masyarakat yang tinggal di sekitar perkebunan sawit. "Soalnya kebanyakan kebun sawit punya konflik dengan masyarakatnya. Siapa tahu kalau masyarakatnya diberdayakan, konflik itu tidak terjadi, karena masyarakat merasa diperhatikan," tutur mahasiswa angkatan 2014 tersebut.

Pengelolaan Limbah Sawit di Indonesia

Dosen pembimbing tim Unpad, Ahmad Thoriq menjelaskan, berkaitan industri kelapa sawit di Indonesia, terdapat dua jenis pengelolaan limbah. Pertama, jenis pabrik sawit continuous system. Menurut dia, dalam sistem tersebut, limbah diolah untuk dijadikan pupuk kompos.

Ia menilai sistem tersebut memakan biaya yang besar. "Yang continuous, tandan kosong kelapa sawit, buah sawitnya dipanaskan, diperontokkan, lalu di-press. Nanti keluar sudah bentuk serabut, lalu nanti dimasukkan ke truk-nya, dibawa ke pengolahan kompos. Pengolahan kompos itu butuh lahan luas lima hektare, pakai alat berat. Investasinya cukup mahal itu," tutur Ahmad.

Mahasiswa Unpad Olah Limbah Sawit Jadi Kain TenunProduk seni kriya berbahan kain tenun hasil olah limbah sawit. (Foto: DOK. Muhammad Mas'ud)
Jenis kedua yaitu sistem pabrik sawit model lama. Ahmad menilai sistem tersebut dapat menyebabkan turunnya produktifitas pohon kelapa sawit. "Model tankosnya (tandan kosong) nggak di-press, dibawa dalam bentuk bongkahan besar, itu dibuang langsung ke lahan," ucapnya.

"Lama pembusukannya karena kan dia masih bongkahan besar, ada minyaknya, seringkali itu jadi sarang tikus. Tikusnya makan buah sawit yang baru matang, karena dimakan itu produktivitas kebun sawitnya turun," ujar Ahmad yang pernah bekerja di industri kelapa sawit.

Ahmad berharap ke depannya hasil dari penelitian tim Unpad yang mengolah limbah sawit menjadi kain tenun ini terus dikembangkan lebih lanjut. "Tidak sampai di sini saja, tapi bisa dimanfaatkan, terutama daerah yang mempunyai budaya tenun," kata Ahmad.
(bbn/bbn)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com