detikNews
Minggu 18 Agustus 2019, 17:57 WIB

Merawat Kebhinekaan Ala Kampung 1.000 Lampion di Indramayu

Sudirman Wamad - detikNews
Merawat Kebhinekaan Ala Kampung 1.000 Lampion di Indramayu Kampung 1.000 lampion di Indramayu dalam rangka HUT ke-74 Republik Indonesia. (Foto: Sudirman Wamad/detikcom)
Indramayu - Pemuda Blok Sana RW 05, Desa Bulak, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu memiliki cara tersendiri dalam merayakan kemerdekaan. Ya, para pemuda tersebut menyulap gang kampung menjadi lebih menarik dengan lampion dan lampu warna-warni.

Seratusan lampion dan lampu warna-warni dipasang berjejer di sepanjang salah satu gang di RW tersebut dan membuatnya menjadi lebih berwarna. Tak hanya itu, sejumlah dinding rumah yang berada di gang tersebut digambar, temanya soal kemerdekaan wajah-wajah pejuang.


Keindahan lampion dan lampu warna-warni itu menarik perhatian masyarakat sekitar. Tak sedikit masyarakat yang numpang berswafoto atau sekadar lewat untuk menikmati gemerlapnya lampion.

Salah seorang pemuda yang juga penggagas gerakan kampung 1.000 lampion Agung Rosadi mengatakan ide tersebut muncul dari obrolan warung para pemuda. Agung menilai pemasangan lampion salah satu upaya untuk merangsang kreativitas pemuda.

"Momennya pas kemerdekaan, kita salurkan kreativitas pemuda ini melalui konsep kampung 1.000 lampion. Sumber dananya dari swadaya masyarakat, ya sumbangan masyarakat," kata Agus saat berbincang dengan detikcom, Minggu (18/8/2019).

Merawat Kebhinekaan Ala Kampung 1.000 Lampion di IndramayuFoto: Sudirman Wamad
Agung mengatakan pesta kemerdekaan harus dirayakan dengan hal yang positif. Selain merangsang kreativitas pemuda, gerakan kampung 1.000 lampion juga sebagai salah satu upaya dalam menciptakan lingkungan kampung nyaman dan ramah anak.

"Kalau seperti ini kan kampung kita jadi nyaman, anak-anak betah bermain di sini," katanya.

Merawat Kebhinekaan Ala Kampung 1.000 Lampion di IndramayuFoto: Sudirman Wamad
Agung mengatakan jumlah yang dipasang hanya sekitar seratusan, tak mencapai 1.000 buah, namun, istilah 1.000 lampion digunakan sebagai simbol keberagaman.

"1.000 itu banyak, istilahnya simbol keberagaman. Karena tema kita itu merawat khebinekaan dalam gemerlapnya kemerdekaan," kata Agung.

Ia tak menampik gang kampungnya kini menjadi ramai setelah dipasang lampion. "Ya ada yang lewat ke sini sengaja karena ingin lihat-lihat. Ada juga yang selfie-selfie. Alhamdulillah responnya positif," kata Agung.
(tro/tro)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com