detikNews
Sabtu 17 Agustus 2019, 12:14 WIB

Ekstrem! Pemanjat Kibarkan Merah-Putih Raksasa di Tebing 48 Citatah

Yudha Maulana - detikNews
Ekstrem! Pemanjat Kibarkan Merah-Putih Raksasa di Tebing 48 Citatah Pengibaran dilakukan oleh tim beranggotakan 25 orang pemanjat. (Foto: Yudha Maulana/detikcom)
Bandung Barat - Bendera Merah-Putih raksasa berkibar di Gunung Manik atau Tebing 48 yang berada di Desa Citatah, Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Sabtu (17/8/2019).

Pengibaran dilakukan oleh tim beranggotakan 25 orang pemanjat dan mengundang decak kagum dari warga dan peserta upacara HUT Ke-74 RI. Mereka turun beberapa meter dari monumen belati Kopassus yang jadi ciri khas Tebing 48.

Lima pemanjat menurunkan bendera raksasa berukuran 12 meter x 8 meter itu dengan teknik rappelling saat menuruni tebing setinggi 48 meter dengan kemiringan 90 derajat.

Sementara yang lainnya berbagai tugas, seperti mengatrol tali dan mengatur koordinasi pengibaran bendera. Persiapan matang pun ditempuh dalam waktu hampir dua bulan jelang perayaan HUT RI.

"Kita persiapan selama satu bulan setengah, kita latihannya perminggu karena melihat kapasitas dan waktu luang dari kru yang kebanyakan karyawan dan pelajar," ujar Ketua Pelaksana Pengibaran Bendera dari Forum Pemuda Citatah, Asep Sulaeman kepada detikcom di sela acara.

Ekstrem! Pemanjat Kibarkan Merah-Putih Raksasa di Tebing 48 CitatahProses pengibaran bendera Merah-Putih di Tebing 48 Citatah, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. (Foto: Yudha Maulana/detikcom)
Asep mengatakan faktor mental dan keselamatan yang paling diasah dalam proses latihan. Pasalnya, kebanyakan kru pemanjat adalah orang awam dalam dunia panjat memanjat. "Kami berikan bekal pengenalan alat kepada mereka, baru kemudian teknik," ujarnya.

Aditya Reza Pratama, Anggota Citatah Rescue Team (CRT) yang juga berkolaborasi dengan Forum Pemuda Citatah mengatakan, proses pelatihan membutuhkan ketelitian dan kesabaran.

Pasalnya, tim harus melakukan nol kesalahan karena aktivitas ekstrem ini berhubungan langsung dengan keselamatan jiwa. "Dari nol, dari tidak tahu apa-apa sampai bisa melakukan teknik turun yang baik, alhamdulillah akhirnya kami bisa mengibarkan bendera," ucap Aditya.

Dendi, kru lainnya, mengatakan komunikasi yang matang juga diperlukan dalam pengibaran bendera ini. "Tantangannya itu yaitu angin, selain itu kita jangan sampai miskomunikasi. Tantangan lainnya juga kita harus pastikan keselamatan dulu, sebelum pengibaran," kata Dendi.
(bbn/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com