Warga Kuningan Sulap Onderdil Bekas Jadi Karya Seni

Warga Kuningan Sulap Onderdil Bekas Jadi Karya Seni

Sudirman Wamad - detikNews
Jumat, 02 Agu 2019 15:20 WIB
Miniatur drum berbahan onderdil bekas karya warga Kuningan. (Foto: Sudirman Wamad/detikcom)
Miniatur drum berbahan onderdil bekas karya warga Kuningan. (Foto: Sudirman Wamad/detikcom)
Kuningan - Dheni Herdiana (42), pria asal Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, berhasil menyulap onderdil bekas menjadi hasil karya yang menakjubkan. Dheni merakit onderdil bekas menjadi barang-barang bernilai jual, seperti miniatur motor, meja, hingga patung kuda besi.

Saat ditemui detikcom, Dheni tengah disibukan dengan proyek anyarnya yakni pembuatan miniatur harimau dan naga. Ia mengaku kerajinan tangan berbahan onderdil bekas itu sudah digelutinya sejak enam tahun silam.

"Awalnya kita punya onderdil Vespa bekas, kemudian kita buat agar lebih bernilai. Awalnya yang kecil-kecil dulu, seperti miniatur dan lainnya," kata Dheni saat ditemui detikcom di bengkel seninya yang berada di Desa Cikole, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Jabar, Jumat (2/8/2019).

Warga Kuningan Sulap Onderdil Bekas Jadi Karya SeniSejumlah barang yang terbuat dari onderdil bekas. (Foto: Sudirman Wamad/detikcom)
Pria yang dikenal sebagai montir Vespa itu mengaku sudah menghasilkan ratusan item kerajinan berbahan onderdil. Dheni mengaku kerap menemui kesulitan untuk merakit bentuk miniatur atau patung.

"Karena kita harus lihat dulu onderdil apa saja yang ada. Kemudian kita buat bentuk sesuai yang ada," ujarnya.

Kerajinan dari onderdil bekas itu dibanderol dengan harga beragam, dari Rp 100 ribu hingga puluhan juta. Ia mengaku kesulitan untuk menjual hasil karya ke luar negeri.

"Peminat dari luar negeri banyak. Tapi sulit kirimnya, karena berat. Sekarang masih dijual di wilayah Bandung, Jakarta, Cirebon dan sekitarnya," kata Dheni.

Warga Kuningan Sulap Onderdil Bekas Jadi Karya SeniHasil karya Dheni Hediana. (Foto: Sudirman Wamad/detikcom)
Ia mengaku berhasrat memiliki museum sendiri. Dheni pun selalu semangat untuk terus menghasilkan karya. "Kalau ada ide saya buat. Walaupun nggak ada pesanan. Karena ingin punya museum atau galeri sendiri," ucapnya.

Dheni saat ini mengandalkan sosial media untuk memasarkan produknya. Ia kerap memposting hasil karyanya. "Saya posting saja, kalau ada yang minat ya silakan. Yang penting tujuannya untuk memotivasi seniman atau perajin lain agar tetap berkarya," tutur montir Vespa ini. (bbn/bbn)