Respons Bupati Kuningan soal Bocah Jodi yang Kisahnya Viral

Respons Bupati Kuningan soal Bocah Jodi yang Kisahnya Viral

Sudirman Wamad - detikNews
Rabu, 31 Jul 2019 20:47 WIB
Bocah Jodi yang kisahnya viral di media sosial. (Foto: Sudirman Wamad/detikcom)
Bocah Jodi yang kisahnya viral di media sosial. (Foto: Sudirman Wamad/detikcom)
Kuningan - Kisah Jodi, bocah berpakaian kotor dan tak beralas kaki, yang kini bersekolah di SD Negeri Margabakti Kuningan, membetot perhatian publik. Bupati Kuningan Acep Purnama turut mengamati cerita bocah lelaki tersebut. Bagaimana responsnya?

Acep menjamin biaya pendidikan gratis bagi Jodi, bocah berpakaian kotor dan tak beralas kaki, yang bersekolah di SD Negeri Margabakti. Acep mengaku telah berkoordinasi dengan pihak SD Negeri Margabakti yang berlokasi di Kecamatan Kadugede, Kuningan, Jawa Barat.

"Soal pendidikan Jodi, kan usianya sudah enam tahun lebih. Saya sarankan agar sekolah tetap menerima Jodi sebagai muridnya," kata Acep kepada detikcom di kantor DPRD Kabupaten Kuningan, Rabu (31/7/2019).

Acep juga menjamin adik Jodi yang masih balita yakni Yoda bisa mendapatkan pendidikan untuk ke depannya. Semua anak di Kabupaten Kuningan, lanjut dia, mendapatkan pendidikan.

"Soal beasiswa insyallah. Itu sudah menjadi kewajiban kami. Pendidikan gratis untuk Jodi, karena Pemkab Kuningan memiliki program pendidikan gratis," tutur Acep.

Respons Bupati Kuningan soal Bocah Jodi yang Kisahnya Viral  Bupati Kuningan Acep Purnama (Foto: Sudirman Wamad/detikcom)
Ia mengaku sempat berkunjung ke rumah kakek dan nenek Jodi, Rakum (62) dan Sati (60). Acep sempat berbincang dan merencanakan bantuan untuk keduanya. Acep pun menilai Jodi sosok anak yang baik dan cerdik.

"Semangat belajarnya luar biasa," ujar Acep.

Selain pendidikan, menurut dia, keluarga Jodi berhak mendapatkan kesehatan. "Mereka akan di-cover juga oleh BPJS kesehatan," ucap politisi PDI Perjuangan itu.


Sebelumnya, Kisah Jodi, bocah berpakaian kotor tanpa alas kaki yang bersemangat untuk belajar di sekolah itu viral setelah Atu Rohayatun, salah seorang guru di sekolah tersebut membagikan kisah Jodi di akun instagramnya @rohayatun7. Postingan Atun itu dikomentari ratusan warganet.

Jodi merupakan anak yatim yang tinggal bersama kakek dan neneknya, Rakum (62) dan Sati (60) di Dusun Pahing Desa Margabakti, Kecamatan Kadugede, Kabupaten Kuningan, Jabar. Rumah Rakum berada di perbukitan, jaraknya sekitar satu kilometer dari SDN Margabakti. Keluarga tersebut mengalami kesulitan ekonomi.

Pihak SD Negeri Margabakti merasa iba dengan kondisi Jodi. Sebelum terdaftar sebagai peserta didik baru, Jodi kerap bermain di sekolah tersebut. Jodi menjadi pembeda, bocah berpakaian seadanya tanpa alas kaki di tengah teman-temannya yang berseragam sekolah.

Hingga akhirnya pihak sekolah berinisiatif mengajak Jodi bersekolah. Jodi langsung mengangguk saat mendapat ajakan untuk mengenyam pendidikan sekolah dasar dari Kepala SD Negeri Margabakti Edi Junaedi. (bbn/bbn)