detikNews
Rabu 24 Juli 2019, 12:56 WIB

Kota Bandung Pertahankan Penghargaan Kota Layak Anak Nindya

Mochamad Solehudin - detikNews
Kota Bandung Pertahankan Penghargaan Kota Layak Anak Nindya Kota Bandung kembali raih penghargaan Kota Layak Anak kategori Nindya. (Foto: Dok. Humas Pemkot Bandung)
Bandung - Kota Bandung kembali meraih penghargaan Kota Layak Anak (KLA) dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) untuk ketiga kalinya berturut-turut.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri PPPA Yohana Susana Yambise kepada Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana pada puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) tahun 2019 di Hotel Four Point Sheraton, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (23/7/2019).


Selain mempertahankan predikat kategori Nindya, Kota Bandung juga berhasil meningkatkan skor penilaian KLA dari 707 pada 2018, menjadi 741 tahun ini. Bahkan pada puncak peringatan tersebut, layanan perlindungan bagi perempuan dan anak melalui lembaga layanan UPTD PPPA, Pemkot Bandung masuk 10 besar sehingga mendapatkan penghargaan.

Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana bersyukur dan menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran Pemkot Bandung. Dia juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang telah ikut serta membantu menjadikan Kota Bandung sebagai KLA.

"Alhamdulillah upaya dan kerja keras kita bersama ini mendapatkan apresiasi dari Menteri Perlindungan Anak. Saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang ikut membantu Kota Bandung menuju kota layak anak. Semoga penghargaan ini menjadi pemacu kita menjadi lebih jauh baik lagi," ucapnya dalam rilis, Rabu (24/7/2019).


Sementara itu Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat Tatang Muchtar menuturkan, Pemkot Bandung serius mengurusi permasalahan anak. Salah satunya memperkuat kelembagaan KLA dengan menerbitkan Perda Nomor 10/2012 tentang perlindungan anak.

Kehadiran Perda tersebut, berhasil mendorong sekitar 65 persen kecamatan dan kelurahan di kota berjuluk Paris Van Java ini menjadi layak anak di tahun 2019. Selain memperkuat kelembagaan juga selalu berupaya melibatkan semua pihak untuk membangun Kota Bandung yang lebih baik dan ramah bagi anak-anak.

"Dalam Musrembang tingkat kelurahan sampai tingkat kota, dibangun taman baca, fasilitas wifi gratis dan lainnya," ucapnya.

Tatang menambahkan aspek yang menjadi perhatian Pemkot Bandung adalah aspek perlindungan khusus dengan membentuk UPTD P2TP2A dengan program tuntas. Tahun ini mendapatkan apresiasi dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Pada aspek kesehatan, Pemkot Bandung membentuk Puskesmas Ramah Anak, membuat Peraturan Daerah tentang Kawasan Tanpa asap Rokok (KTR) dan mendorong bayi yang baru melahirkan mendapatkan ASI eksklusif dan imunisasi lengkap.


Sedangkan aspek pendidikan, Pemkot Bandung telah membentuk sekolah ramah anak dan semua anak-anak usia sekolah bersekolah. "Pelatihan konvensi hak anak juga diterapkan di semua sekolah SD, SMP, guru BK, pengawas, guru dan OSIS, mengikutsertakan anak dalam kegiatan budaya lokal Rebo Nyunda dan terpenting Magrib Mengaji," katanya.

Terakhir dari aspek lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, dengan rata-rata usia perkawinan di atas 18 tahun atau lebih lebih, membentuk pusat pembelajaran keluarga (Puspaga) dengan tenaga profesional sebagai sarana Konseling dan informasi dengan fokus pada pengasuhan berkualitas berbasis hak anak.

"Pemkot Bandung telah menyediakan infrastruktur seperti taman, ruang publik, selain membuat rute aman dari dan ke sekolah (RASS) juga menyediakan ruang laktasi di setiap gedung layanan publik baik pemerintah maupun swasta," ujar Tatang.

(mso/tro)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com