detikNews
Rabu 24 Juli 2019, 07:42 WIB

Laporan Dari Inggris

Di Manchester, Ridwan Kamil dan Korban Teroris Bicara Perdamaian

Erna Mardiana - detikNews
Di Manchester, Ridwan Kamil dan Korban Teroris Bicara Perdamaian Foto: Erna Mardiana
Manchester - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (RK) bersama Ahmad Nawaz (19), pemuda Pakistan yang selamat dari serangan teroris saat menyerang sekolahnya 2014 silam, menjadi pembicara dalam Peacefull Dialagoue di Manchester, Inggris.

Acara yang digagas oleh British of Peace ini digelar di Hotel Hilton Manchester, Selasa (23/7/2019). Sedikitnya 100 orang menghadiri acara ini, sebagian merupakan mahasiswa Indonesia di Manchester.


Ahmad mendapatkan giliran pertama bicara. Ia yang kini jadi aktivis antiradikalisme dan aktif menyebarkannya ke sekolah-sekolah di Inggris, menceritakan bagaimana serangan teroris yang menyerang sekolahnya, telah merengut orang-orang yang ia sayangi. Tercatat sebanyak 141 tewas, di mana 132 jiwa adalah anak-anak pada serangan mematikan di sekolah umum tentara Peshawar pada 2014.

"Saya melihat, teman, guru dibunuh di depan mata saya. Saya tak bisa menolong mereka, saya pun terluka. Adik saya pun jadi korban, orang tua saya awalnya menyembunyikannya saat saya dirawat di RS," ujarnya.

Ahmad tak ingin terjebak dalam trauma pengalaman mengerikan dalam hidupnya. Ia kini bangkit dan terus mengkampanyekan anti radikalisme ke sekolah-sekolah.

"Kita harus hentikan radikalisme, kita bisa. Saya percaya kita bisa memerangi ekstremisme," ucap Ahmad menegaskan.


Sementara itu, RK memulai pidatonya dengan memperkenalkan keberagaman di Indonesia dan ideologi Pancasila. Ia menyatakan sebagai pemimpin dan seorang muslim, tetap harus melindungi umat beragama lainnya.

Menyoal radikalisme, RK menyatakan hal itu bisa dicegah dengan banyaknya dialog. "Kedatangan saya ke sini menjadi awal program saya untuk mengirimkan ulama dari Jabar untuk menyebarkan pesan perdamaian ke Eropa," tuturnya.

RK juga berbicara mengenai gerakan subuh berjamaah dan juga penguatan ekonomi umat melalui program one pesantren one product.

Pidato RK disambut antusias oleh hadirin yang memenuhi ruangan. Sesi pertanyaan dibagi menjadi tiga. Rata-rata mereka menyambut baik atas program yang telah dilakukan oleh gubernur Jabar itu.

Di akhir acara, RK membagikan peci dan iket kepada para penanya. Ia memberikan iket kepada Ahmad Nawaz. "Saya bangga dengan pemuda seperti Anda," ujar RK.
(ern/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com