detikNews
Selasa 23 Juli 2019, 17:43 WIB

Dokter RSHS Siapkan Pakaian Khusus untuk Aria Pasca Operasi

Mochamad Solehudin, Shafira Triana Putri - detikNews
Dokter RSHS Siapkan Pakaian Khusus untuk Aria Pasca Operasi Aria Permana. (Foto: Frieda Isyana Putri/detikHealth)
Bandung - Tim dokter Rumah Sakit Hasan Sadiki (RSHS) menyiapkan pakaian khusus untuk Aria Permana (13) remaja yang sempat menderita obesitas ekstrem asal Kabupaten Karawang. Pakaian itu disiapkan untuk melindungi luka pasca operasi bedah plastik yang dijalani remaja tersebut.

Untuk diketahui, Aria adalah anak dari pasangan Ade Somantri dan Rokayah warga Desa Cipurwasari, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Karawang. Pada 2016 lalu remaja kelahiran 15 Februari 2006 itu sempat menyita perhatian publik karena berat badannya mencapai 193 Kg.


Di usianya yang waktu itu baru 10 tahun, tentu berat badan Aria sangat tidak wajar. Bahkan dia disebut mengalami kelebihan berat badan ekstrem sehingga harus menjalani berbagai tindakan medis.

Contohnya saja, diet hingga operasi penyempitan lambung di RSHS Bandung pada April 2017 lalu. Tindakan medis yang dijalaninya itu berhasil menurunkan berat badan Aria dari 192 Kg menjadi 87 Kg.

Namun keberhasilannya menurunkan berat badan masih menyisakan sedikit masalah di tubuhnya. Kulit badannya terlihat bergelambir. Kondisi itu tentu membuat kondisi badannya terlihat kurang baik.


Berdasarkan rencana, Rabu (24/7/2019) besok, Aria akan kembali menjalani operasi kembali untuk menghilangkan gelambir di tubuhnya. Operasi tahap pertama akan dilakukan pada kedua tangannya.

"Jadi akan buat prioritas operasi berdasarkan fungsi dan estetika. Pertama gelambir di lengan atas dan bawah, kedua payudara (dada), ketiga perutnya dan keempat pahanya dan pinggangnya," kata tim dokter ahli bedah plastik RSHS Hadisiswo di RSHS, Kota Bandung, Selasa (23/7/2019).

Setelah operasi pertama dilakukan berbagai tahapan medis tetap harus dijalani Aria. Hadi bahkan mengungkapkan, telah menyiapkan pakaian khusus yang disebut 'pressure garment'.


Pakaian itu berfungsi untuk melindungi luka pasca operasi yang dilakukan. Selain pakaian itu juga untuk mencegah berbagai cedera yang kemungkinan terjadi pasca dilaksanakannya operasi.

"Pasca operasi dilakukan pressure (tekanan). Ini untuk mencegah pendarahan, iregularitas (tidak rata pada bagian kulit pasca operasi). Ini akan menekan bekas operasi," ucapnya.

Dia sedikit menjelaskan, pakaian khusus yang disiapkan ini berbahan tipis dan elastis. Biasanya pakaian semacam ini digunakan untuk pasien yang mengalami luka bakar. Saat ini pakaian khusus tersebut masih dalam proses pembuatan.

"Jadi nanti garmen khusus ini akan dipakai selama tiga bulan. Nanti menekan bekas operasi," ujarnya.



Simak Juga 'Turun 95 Kg, Ini Penampilan Aria Permana Sekarang':

[Gambas:Video 20detik]


(tro/tro)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com