detikNews
Senin 22 Juli 2019, 14:39 WIB

Ojek Pangkalan Sempat Tolak Uji Coba Trayek Angkot Baru di Cimahi

Yudha Mau - detikNews
Ojek Pangkalan Sempat Tolak Uji Coba Trayek Angkot Baru di Cimahi Uji coba trayek angkot baru di Cimahi sempat diwarnai penolakan. (Foto: Yudha Maulana/detikcom)
Cimahi - Uji coba trayek angkot Citeureup-Cimindi di Kota Cimahi sempat molor dari waktu yang ditetapkan. Pasalnya puluhan tukang ojek pangkalan di Sukarasa dan Ciawitali masih keberatan dengan adanya trayek anyar tersebut.

Puluhan ojek tersebut khawatir jika pendapatan mereka berkurang akibat hadirnya trayek ini. Spanduk penolakan trayek pun terpasang di pangkalan ojek tersebut.

"Uji coba ini agak molor waktunya, dari rencana jam 8 sudah berangkat, ternyata masih ada miskomunikasi dengan ojek pangkalan," kata Kepala Seksi Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cimahi Ranto Sitanggang, Senin (22/7/2019).


Kendati demikian, uji coba tetap dilaksanakan pada pukul 10.00 WIB setelah pihak keamanan dan Dishub melakukan mediasi dengan ojek dari dua pangkalan tersebut.

"Akhirnya mereka memahami, ini bukan trayek tetap karena masih uji coba. Setelah lima hari akan kami lakukan evaluasi, dan akhirnya (ojek) menerima," kata Ranto.

"Setelah jadi trayek definitif mereka ingin ada pertemuan kembali untuk merumuskan kesepakatan bersama. Jangan sampai ada yang dirugikan, kita ingin bersama masyarakat juga sama-sama untung," ujar Ranto.


Ranto mengatakan untuk awal masa uji coba, penumpang yang hendak menuju Kamarung diturunkan di pangkalan ojek. "Hari ini kita fokusnya ke sosialisasi saja dulu, kita akan lihat apakah penumpangnya ada dan menguntungkan atau tidak," ujarnya.

Angkot tersebut akan melintasi Pasar Citeureup (Pasar Kuda), masuk lewat Jalan Kamarung, Jalan Permana, Jalan Sukarasa, Jalan Ciawitali, Jalan Demang Hardjakusumah, Jalan Jati Serut, Jalan Pesantren, Jalan Amir Mahmud dan masuk ke Terminal Cimindi.

Ojek Pangkalan Sempat Tolak Uji Coba Trayek Angkot Baru di CimahiFoto: Yudha Maulana
Idi Iyam (70), salah seorang pengojek di Kamarung mengaku tidak keberatan dengan hadirnya trayek tersebut. "Kalau di Kamarung sudah tidak ada masalah, kalau di Ciawitali sama Sukarasa mungkin karena ada hal yang belum selesai," kata Idi.

Sementara itu Desi (30), warga Citeureup mengaku senang dengan hadirnya angkot tersebut. Sebab sebelumnya ia harus naik ojek atau membawa kendaraan sendiri. "Kami senang, apalagi ongkosnya lebih murah," ujarnya.
(tro/tro)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed