detikNews
Sabtu 20 Juli 2019, 17:27 WIB

Marsekal Yuyu Cerita 2 Momen Bersejarah Perjuangan Prajurit TNI AU

Wisma Putra - detikNews
Marsekal Yuyu Cerita 2 Momen Bersejarah Perjuangan Prajurit TNI AU KSAU Marsekal Yuyu Sutisna. (Foto: Wisma Putra/detikcom)
Bandung - Kegiatan Karya Bakti TNI AU yang digelar di Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, merupakan rangkaian kegiatan HUT TNI AU ke-72 yang puncak acaranya akan diselenggarakan di Yogyakarta.

Kepala Satuan Angkatan Udara Marsekal TNI Yuyu Sutisna mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial sekaligus bakti TNI AU kepada masyarakat Indonesia.

"Tahun lalu kami melakukan kegiatan di Tarakan, Kalimantan Utara. Selain itu juga, kegiatan ini merupakan momen strategis bagi TNI AU untuk semakin dekat dengan masyarakat, serta menambah kualitas pengabdian, serta perjuangan TNI AU dalam pembangunan bangsa dan negara," kata Yuyu di Nagreg, Kabupaten Bandung, Sabtu (20/7/2019).


Dalam kesempatan itu, Yuyu juga menceritakan sejarah TNI AU dari masa ke masa. Dirinya menjelaskan perjalanan TNI AU sangatlah panjang. "Peringatan hari bakti TNI AU merupakan salah satu upaya untuk mengenang peristiwa bersejarah dalam perjuangan TNI AU dalam mempertahankan kemerdekaan RI," katanya.

Pria yang juga kelahiran Nagreg itu menuturkan, ada dua peristiwa bersejarah sejarah TNI AU yang harus diingat oleh seluruh masyarakat Indonesia.

"Ada dua peristiwa bersejarah yang terjadi pada hari yang sama, 72 tahun lalu yaitu peristiwa yang sarat dengan nilai patriotisme dan pengabdian oleh perintis TNI AU," ucapnya.


Saat itu, kata Yuyu, menjelang Subuh tanggal 29 Juli 1947, taruna penerbang Sutarjo Sigit, Suharnoko Harbani dan Mulyono yang dibantu oleh tiga teknisi melaksanakan operasi serangan udara yang pertama dilakukan TNI AU dengan sasaran daerah penjajahan Belanda di Kota Ambarawa, Salatiga dan Semarang.

Peristiwa heroik tersebut, berhasil mengejutkan pihak Belanda dan sekaligus menunjukkan kepada dunia kedaulatan Indonesia. "Kita mampu menggempur lawan dan mencoba memperjuangkan kedaulatan Indonesia," ujarnya.

Menurut Yuyu, serangan udara yang sangat strategis tersebut harus dibayar dengan amat mahal. Belanda kemudian membalas, menyerang secara sporadis dan brutal yaitu pada sore harinya. Pesawat milik Belanda menembaki pesawat angkut yang sedang melaksanakan misi kemanusiaan membawa persediaan obat-obatan bagi kepentingan perjuangan sehingga jatuh di Desa Ngoto sekitar 3 KM dari Kota Yogyakarta.

"Dalam peristiwa tersebut, telah gugur seluruh kru dan penumpang pesawat dan di antaranya ada tiga pahlawan angkatan udara yaitu Agustinus Adisutjipto yang sekarang menjadi nama Pangkalan Udara di Yogyakarta, Abdulrachman Saleh yang sekarang menjadi nama Pangkalan Udara di Solo dan Adi Sumarmo Wiryokusumo," ujarnya.

Marsekal Yuyu Cerita 2 Momen Bersejarah Perjuangan Prajurit TNI AUFoto: Wisma Putra
Mengingat para pahlawan Dirgantara tersebut, maka sebagai generasi penerus TNI AU pihaknya bertekad untuk senantiasa mengenang pengorbanan dan perjuangan para pelopor dengan meneladani semangat perjuangan dan pengabdian yang telah dilakukan oleh para perintis.

"Hari bakti TNI AU tahun 2019 ini mengambil tema 'Bakti Pahlawan Udara Menjadi Tonggak Sejarah, Bakti Penerus Membangun Kejayaan Angkatan Udara'," ujar Yuyu.


Simak Juga 'Lantik Perwira TNI-Polri, Jokowi: Jangan Kecewakan Bangsa':

[Gambas:Video 20detik]


(tro/tro)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com