detikNews
Sabtu 20 Juli 2019, 12:11 WIB

2 Kali Ketahuan Buang Limbah ke Sungai, Pabrik di Cimahi Hanya Ditegur

Yudha Maulana - detikNews
2 Kali Ketahuan Buang Limbah ke Sungai, Pabrik di Cimahi Hanya Ditegur Satgas kembali menemukan pabrik di Cimahi yang membuang limbah langsung ke sungai. (Foto: Dok. Satgas Citarum Harum)
Cimahi - Satuan Tugas (Satgas) Citarum Harum Sektor 21 kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap pabrik yang membuang limbah ke sungai pada Jumat (19/7/2019) malam.

Kali ini, personel menemukan air limbah berwarna hitam pekat dan panas di aliran Sungai Cimahi yang dibuang PT Benang Warna Indonesia. Seperti diketahui aliran Sungai Cimahi itu bermuara ke Sungai Citarum.


Dansektor 21 Satgas Citarum Harum Kolonel Inf Yusef Sudrajat mengatakan, temuan itu didapatkan saat tim berjumlah 12 orang melakukan patroli di lima aliran sungai di Kota Cimahi.

Menurut Yusef, pabrik yang bergerak di bidang benang dan garmen pernah berkomitmen untuk tidak membuang limbah berbahaya ke sungai.

"Ini kedua kalinya, pihak pabrik sudah pernah buat komitmen tidak buang limbah kotor lagi ke sungai," ujar Yusef saat dihubungi, Sabtu (20/7/2019).


Personel pun kemudian menutup saluran limbah tersebut dan menyerahkan langkah selanjutnya kepada pihak kepolisian dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi.

"Jangan kucing-kucingan, karena pada dasarnya kita tidak akan tidur. 24 jam akan patroli terus," katanya.

2 Kali Ketahuan Buang Limbah ke Sungai, Pabrik di Cimahi Hanya DitegurFoto: Dok. Satgas Citarum Harum
Kepala DLH Kota Cimahi Mochamad Ronny membenarkan adanya temuan itu. Pihaknya langsung berkomunikasi dan mengecek langsung ke pabrik yang bersangkutan. "Kita akan cek lokasi," ucapnya.

Menurut Ronny, terkait dengan pabrik yang melakukan pelanggaran terhadap peraturan wajib dikenakan sanksi, termasuk pabrik yang membuat saluran pembuangan limbah ilegal karena ada aturan yang sudah ditetapkan.

"Sanksinya yang kita berikan adalah administratif atau tertulis, bahwa pertama perusahaan kita tegur dulu. Setelah itu pelanggarannya harus diperbaiki sesuai aturan," ujarnya.



Tonton juga video 50 Drum Limbah Nyaris Cemari Air PDAM Semarang:

[Gambas:Video 20detik]


(tro/tro)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com