detikNews
Jumat 19 Juli 2019, 15:31 WIB

Sedih, SMK di Bandung Barat Hanya Diminati Satu Calon Siswa

Yudha Maulana - detikNews
Sedih, SMK di Bandung Barat Hanya Diminati Satu Calon Siswa Foto: Yudha Maulana
Bandung Barat - Dinamika masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) tahun ajaran 2019 masih belum terasa di SMK Bhakti Nusantara Nasional (BNN) di Kampung Cibadak, Desa Kertawangi, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB). MPLS yang seharusnya dilaksanakan sejak Senin lalu (15/7/2019), tak bisa dilaksanakan karena baru satu siswa yang mendaftar ke sekolah itu.

Suasana sekolah yang memiliki enam ruang kelas dan tiga lantai itu begitu sepi pada Jumat (19/7/2019) siang. Tampak depan, gedung SMK memang tidak terlihat, hanya ada plang yang tertancap di halaman rumah warga.

Lokasi sekolah ini memang menjorok ke dalam, melewati rumah - rumah warga dan ruang tanam jamur. Di sana ada tiga orang siswi yang tengah duduk di depan ruang bekas kantin, diantaranya Lilis Sofia (16) yang merupakan siswi kelas XI jurusan farmasi.

"Iya enggak apa-apa, dibawa senang aja, meski yang masuk sedikit," kata Lilis.

Sejak berdiri pada 2012 lalu, sekolah yang memiliki jurusan kimia, otomotif dan administrasi perkantoran ini mengalami penyusutan jumlah siswa tiap tahunnya.
Sedih, SMK di Bandung Barat Hanya Diminati Satu Calon SiswaFoto: Yudha Maulana

Awal dibuka, sekolah ini lumayan diminati oleh siswa baru. Minimal satu kelas diikuti oleh 30 siswa dari tiga jurusan perangkatannya.

Namun jumlah siswa terus berkurang tiga hingga empat orang tiap tahunnya dengan berbagai alasan. Mulai dari berkurangnya jumlah pendaftar hingga siswa yang pindah sekolah.

Di sekolah tersebut ada 17 guru berikut staf sekolah. Sedangkan jumlah siswa saat ini sebanyak 12 orang dari dua jurusan.

"Iya baru tahun ini seperti ini, kemarin ada yang mau masuk satu orang hingga sekarang, proses KBM belum bisa mulai karena harus ada interaksi dari antarsiswa," kata Gegi, salah seorang guru saat ditemui detikcom di ruangannya.

Kendati demikian, hal itu tak mengendorkan semangat para guru untuk memberikan ilmu. "Itu sudah jadi tanggung jawab bagi kami para guru, mau mengajar tiga atau empat orang juga," katanya.

Minimnya minat siswa dan beratnya alat praktik, ujar Gegi, membuat pihak yayasan menghapus jurusan otomatif untuk tahun ajaran tahun ini. "Padahal kami sudah gratiskan biaya masuk, perbulannya juga Rp 125 ribu," ujarnya.
Sedih, SMK di Bandung Barat Hanya Diminati Satu Calon SiswaFoto: Yudha Maulana


Wakil Ketua Yayasan Bakti Nusantara Nasional, Sutasah mengatakan agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan, siswa di kelas XI dan XII digabung dalam satu ruang kelas.

Dengan terus berkurangnya siswa baru, banyak ruangan kelas yang tak terpakai, namun demikian ruangan-ruangan itu tampak terawat.

"Promosi untuk mencari siswa baru sudah, tapi memang begini kenyataannya, kami masih kekurangan siswa," ucapnya.
(ern/ern)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com