ADVERTISEMENT
detikNews
Kamis 18 Juli 2019, 20:59 WIB

Gerakan untuk Ridwan Kamil Bubar, Relawan Bantah Komunikasi Buruk

Mukhlis Dinillah - detikNews
Gerakan untuk Ridwan Kamil Bubar, Relawan Bantah Komunikasi Buruk Gerakan untuk Ridwan Kamil bubar karena perbedaan prinsip. (Foto: Mukhlis Dinillah/detikcom)
Bandung - Salah satu unsur relawan di Pilgub Jabar bernama Gerakan untuk Ridwan Kamil (Gurka) membubarkan diri. Namun pendiri Gurka, Poerwa Laksana membatah pembubaran ini sekaligus penarikan dukungan terhadap Ridwan Kamil.

Pernyataan pembubaran sekaligus penarikan dukungan terhadap Ridwan Kamil (RK) disampaikan sejumlah relawan Gurka diwakili mantan Ketua Dewan Penasihat Gurka Iwan Suhermawan, Rabu (17/7/2019) kemarin. Pernyataan itu disampaikan satu jam setelah dibubarkan.


Poerwa mengatakan sejumlah relawan yang menyatakan menarik dukungan dari RK tidak mewakili Gukra secara keseluruhan. Ia menganggap sikap tersebut hanya mewakili personal eks relawan Gukra.

"Saya tegaskan itu tidak mewakili Gurka secara keseluruhan. Kemarin mewakili perseorangan bukan lembaga. Terhitung kemarin bubar jam 3 sore, sedangkan pernyataan mereka jam 4 sore. Artinya sudah bubar, tidak mewakili Gurka lagi," kata Poerwa kepada wartawan di salah satu kafe di Jalan Cimanuk, Kota Bandung, Kamis (18/7/2019).

Ia membantah pembubaran Gurka karena kesulitan komunikasi antara relawan dengan RK. Termasuk adanya keluhan relawan Gurka tidak diakomodir dalam program kegiatan yang digagas RK dan wakilnya Uu Ruzhanul Ulum.

"Ketika baru dilantik Kang Emil kita diundang ke Gedung Pakuan untuk audiensi. Terlepas sekarang dengan kesibukan beliau. Tapi banyak relawan kami juga dilibatkan program beliau, salah satunya Jabar Quick Respon (JQR)," ucap pria yang juga Ketum Gurka.

Menurutnya pembubaran kelompok relawan ini karena adanya perbedaan pendapat. Ia melihat situasi tersebut tidak baik sehingga diputuskan untuk dibubarkan.

"Jangan diterjemahkan seperti organisasi seutuhnya. Intinya dibubarkan karena perbedaan prinsipnya, karena ada dari mereka yang harapkan (sesuatu dari RK)," katanya.


Di tempat yang sama Koordinator Silaturahmi Relawan Rindu, Hanif Mochammad menegaskan selama ini tidak ada kendala komunikasi antara relawan dengan RK. Aspirasi yang disampaikan masyarakat melalui relawan tetap ditampung.

"Jadi forum silaturahmi relawan ini sebenarnya wadah komunikasi terhadap aspirasi, janji kampanye dan segala dukungan program RK dan Uu. Jadi kalau tersendatnya komunikasi itu tidak benar, sebetulnya kami menyediakan itu, ada grup WA juga," katanya.

Meski begitu, ia juga memastikan pihaknya tetap melihat kinerja pemerintah secara objektif. Pihaknya tak segan mengkritik pemerintah bila ada kebijakan yang tidak pro rakyat.

"Kami juga akan kritisi kalau programnya tidak pro rakyat. Kami tetap menyerap aspirasi, janji kampanye bisa sampai dan direncanakan ke pembangunan," tutur dia.

Disinggung kubu Iwan menyindir buruknya eksistensi JQR, Hanif membantahnya. Ia yang juga Wakil Ketua Harian JQR menyebut sebagian besar pengaduan yang masuk ke JQR tengah diproses.

"57.012 aduan sudah masuk sejauh ini. Tapi enggak semua laporan darurat. Ada 34.241 pengaduan yang telah direspon dan ditindaklanjuti. Nah kalau yang kemarin disebut hanya 357 yang ditindaklanjuti salah, itu yang sudah selesai," ujar Hanif.
(mud/tro)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed