detikNews
Kamis 18 Juli 2019, 20:28 WIB

Rekayasa Sukajadi-Setiabudi Permanen, Organda Minta Penataan Angkot

Mochamad Solehudin - detikNews
Rekayasa Sukajadi-Setiabudi Permanen, Organda Minta Penataan Angkot Rekayasa lalu lintas Sukajadi-Setiabudi-Cipaganti dipermanenkan. (Foto: Tri Ispranoto/detikcom)
Bandung - Organda Kota Bandung meminta adanya penataan jalur angkutan kota (angkot) pasca penerapan secara permanen rekayasa lalu lintas kawasan Jalan Sukajadi, Cipaganti dan Setiabudi. Pasalnya di jalur tersebut terdapat 11 rute angkot termasuk Damri yang saling bersinggungan.

Ketua Organda Bandung Neneng Djuraidah mengatakan di kawasan tersebut kurang lebih ada 11 rute angkutan kota. Mulai dari angkot rute Abdul Muis-Ledeng, Cicaheum-Ledeng, Cicaheum-Ciroyom, Margahayu Raya-Ledeng dan Kebon Kalapa Sukajadi.

Kemudian ada pula rute angkot Cibaduyut-Karang Setra, Stasiun Hall-Ciumbuleuit (lurus), Stasiun Hall-Ciumbuleuit (belok) dan Ciroyom-Sarijadi. Selain itu ada Damri rute Leuwipanjang-Ledeng.


Sejumlah rute angkot tersebut, kata Neneng, terkena dampak rekayasa lalu lintas yang dilakukan. Untuk itu pihaknya meminta agar Pemkot Bandung menata kembali rute yang ada supaya tidak terjadi penumpukan.

"Kami minta jangan sampai bersinggungan yang tadinya jalur-jalur itu sudah ada SK (surat keputusan) sekarang penumpukan di satu jalur. Nah itu mohon ditertibkan kembali," kata Neneng usai rapat evaluasi rekayasa jalur di Hotel Grandia, Kota Bandung, Kamis (18/7/2019).

Pihaknya menyarankan agar dilakukan rerouting untuk sejumlah rute angkot tersebut. Karena menurutnya itu penting supaya rekayasa lalu lintas yang dilakukan bisa berdampak positif dan menguntungkan semua pihak.

"Minta di rerouting, repooling agar supaya tertiblah, supaya tadi jangan bersinggungan," ucapnya.


Selama pelaksanaan uji coba dia mengakui ada sedikit penurunan pendapatan dari pengemudi. Meski tidak mengungkapkan berapa besarannya tapi pengubahan jalur tersebut sedikit berdampak terhadap pendapatan.

"Karena tadinya jalurnya sudah ke sana, terus penumpang sudah pada nunggu, tapi karena ada rekayasa penumpang tidak tahu," katanya.

Terlepas dari itu, pihaknya mendukung penerapan rekayasa lalu lintas di kawasan tersebut. Pihaknya juga akan kembali mensosialisasikan hal ini kepada para pengemudi angkot.

"Ke depannya supaya Kobanter, Kopamas, Kobutri (sebagai koperasi di bawah Organda) itu mensosialisasikan sampai ke bawah," ujarnya.


Kepala Dishub Kota Bandung Ricky Gustiadi mengaku siap mengakomodir keinginan Organda. Pihaknya segera menyiapkan rerouting agar keberadaan angkot tetap bisa beroperasi dengan baik.

"Tentu saja aspirasi angkot kita akomodir. Kita usulkan nanti konsep rerouting angkot," ucapnya.

Simak Video "Bandung Kota Termacet, Gubernur: Warga Jangan Manja"
[Gambas:Video 20detik]

(mso/tro)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com