detikNews
Rabu 17 Juli 2019, 13:58 WIB

ICW Sesalkan Kemenkum HAM Kembalikan Novanto ke Lapas Sukamiskin

Dony Indra Ramadhan - detikNews
ICW Sesalkan Kemenkum HAM Kembalikan Novanto ke Lapas Sukamiskin Foto: Ari Saputra
Bandung - Indonesia Corruption Watch (ICW) kecewa atas keputusan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM) yang mengembalikan Setya Novanto dari Rutan Gunung Sindur ke Lapas Sukamiskin. Kemenkum HAM disebut tak berpihak pada upaya pemberantasan korupsi.

"ICW kecewa dengan keputusan Kemenkum HAM yang mengembalikan Novanto ke Lapas Sukamiskin," ucap peneliti ICW Kurnia Ramadhana kepada detikcom, Rabu (17/7/2019).

Kurnia menyoroti dua poin indikator pemindahan kembali Novanto ke Sukamiskin. Kemenkum HAM sendiri menyebut pemindahan Novanto karena perubahan perilaku jadi lebih baik, hasil assessment level medium dan masalah kesehatan.

Menurut Kurnia, alasan pemindahan kembali Novanto ke Sukamiskin karena berperilaku baik tak bisa diterima akal sehat. Hal ini didasari pada track record eks Ketua DPR itu selama ini.

"Perilaku Novanto yang sudah positif. Ini termasuk alasan yang sulit diterima akal sehat. Karena selama ini track record Novanto ketika di Lapas Sukamiskin kerap menimbulkan kontroversial, seperti dugaan menempati sel mewah, terlihat makan siang di salah satu restoran dan terakhir pelesiran di toko bangunan. Harusnya ini dijadikan catatan tersendiri bagi Kemenkum HAM," tuturnya.

Sementara masalah kesehatan, Kurnia menyebut hal itu bukan jadi alasan untuk memindahkan kembali Novanto ke Lapas Sukamiskin.

"Seharusnya di Lapas manapun Kemenkum HAM dapat mendatangkan tenaga medis untuk memeriksa kesehatan Novanto tanpa harus dikembalikan ke Lapas Sukamiskin," ujarnya.

ICW sendiri mendesak agar Kemenkum HAM lebih memperhatikan napi tipikor. Sebab, kasus itu termasuk kategori extra ordinary crime sehingga perlu perlakuan khusus.

"Salah satunya adalah penempatan di Lapas dengan pengamanan yang super ketat," ucap Kurnia.

"Dengan pemindahan Novanto ke Lapas Sukamiskin ini lagi-lagi Kemenkum HAM tidak menunjukkan keberpihakannya pada upaya pemberantasan korupsi," kata Kurnia menambahkan.

Sebelumnya Novanto tepergok pelesiran ke toko bangunan mewah di Padalarang. Akibat ulahnya, Novanto dihukum menghuni Rutan Gunung Sindur. Tercatat hanya satu bulan, Novanto berada di rutan Gunung Sindur.


Simak Video "Jawaban Yasonna di Tengah Desakan Mundur"

[Gambas:Video 20detik]



Simak Video "Jawaban Yasonna di Tengah Desakan Mundur"
[Gambas:Video 20detik]

(dir/ern)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com