detikNews
Selasa 16 Juli 2019, 15:17 WIB

Respons Bupati Sukabumi Dikritik Pegiat Medsos soal 'Jajan-jajan'

Syahdan Alamsyah - detikNews
Respons Bupati Sukabumi Dikritik Pegiat Medsos soal Jajan-jajan Bupati Sukabumi Marwan Hamami (Foto: Syahdan Alamsyah)
Sukabumi - Perjalanan dinas Bupati Sukabumi Marwan Hamami ke Australia dikritik pegiat media sosial (medsos), Irwan Kurniawan. Kritikan itu membuat Irwan dipolisikan. Unggahan lelaki tersebut di Facebook soal 'jajan-jajan' dinilai mencemarkan nama baik sang bupati.

Belakangan Irwan memang menegaskan status di Facebook itu memang ia tujukan untuk Marwan. Bagaimana respons Marwan terkait hal itu?

Marwan membenarkan kunjungannya ke Australia untuk memenuhi undangan acara 'Asia Pacific Cities Summit 2019 And Mayor's Forum" pada 7 Juli hingga 10 Juli di Brisbane, Australia.

"Buat saya tidak masalah rek ngomong naon oge (mau bicara apa saja), yang jelas sebagian masyarakat di Sukabumi masih ada yang berpikir memiliki bupati yang punya kepentingan untuk kemajuan Sukabumi. Masalahnya status 'jajan' itu seolah bupati ke Australia ngadon (menyengaja) jajan. Kalau artinya kurang baik itu yang jadi masalah," ucap Marwan di Gedung Negara Pendopo Sukabumi, Selasa (16/7/2019).


Marwan secara pribadi mengaku tidak mempermasalahkan hal itu, karena menurutnya kritik ialah hal biasa ketika menduduki sebuah jabatan. Ia berharap kritik tidak diarahkan untuk menyinggung secara pribadi.

"Tidak akan semua orang bisa bahagia dengan program-program yang kita buat, mungkin ada saja yang merasa kepentingannya terganggu. Saya juga tidak bisa memaksakan perspektif orang lain, yang mungkin menganggap tidak ada pembangunan di Sukabumi. Tapi kan persentasenya paling hanya berapa," tuturnya.

Soal siapa yang melaporkan pegiat medsos tersebut ke polisi, Marwan memastikan Pemkab Sukabumi tidak membuat laporan. "Kalau tidak salah, ketika saya di Australia itu memang ada beberapa orang meminta izin ingin melaporkan (status Irwan). Saya jawab silahkan saja," ucapnya.

"Tapi secara pribadi tidak akan melaporkan, jang naon nambah pusing (buat apa nambah pusing). Kalau mau, bisa saja kita pakai pengacara. Tapi sejauh ini saya pikir tidak perlu," kata Marwan yang tidak merinci siapa pihak meminta izin melaporkan Irwan.

Irwan Kurniawan, dilaporkan ke polisi gegara unggahannya yang dianggap mengkritik Bupati Sukabumi Marwan Hamami. Irwan telah menjalani pemeriksaan oleh penyidik Unit II Satreskrim Polres Sukabumi pada Senin (15/7).

Irwan heran lantaran penyidik tidak menyebut siapa orang atau pihak yang melaporkannya. Bahkan dalam surat pemanggilan, sambung dia, tidak tercantum poin yang dilaporkan dan siapa pelapornya.

Promosikan Geopark Ciletuh

Kunjungan Bupati Sukabumi Marwan Hamami ke Australia pada 7 Juli hingga 10 Juli 2019 sebagai tamu undangan. Ia mempromosikan Geopark Ciletuh Palabuhanratu.

"Saya datang sebagai tamu undangan, dari Jawa Barat itu hanya dua wilayah. Pertama Kota Bogor, kemudian kedua Kabupaten Sukabumi. Kita presentasi untuk potensi-potensi yang dimiliki, terutama karena kita ada Geopark, bagaimana potensinya bisa mempengaruhi kesejahteraan masyarakat dan mereka siap membantu," ujar Marwan.

Lima poin yang disurakan Marwan antara lain menawarkan ke investor untuk berinvestasi di Sukabumi, mempromosikan Geopark Ciletuh Palabuhanratu, menawarkan kerja sama sister city, penawaran kerja sama pembangunan kota berkelanjutan, dan membuka peluang bisnis dengan negara peserta.

Marwan mengaku bertemu dengan mantan koleganya ketika ia aktif sebagai anggota KADIN. Koleganya banyak membantu selama di Australia dan memberinya keleluasaan selama merepresentasikan Sukabumi di acara tersebut.

"Waktunya cukup padat, jadi enggak ada ruang, untuk neangan oleh-oleh ge geus hese (mencari oleh-oleh saja sudah susah), dari pagi sampai sore. Ini kan peluang juga untuk Sukabumi bersuara di even ini," tutur Marwan.

Ia mengaku banyak respons positif yang diperoleh dalam ajang diskusi tersebut. "Mereka punya catatan, bagaimana soal infrastruktur, soal emergency tourist, soal polusi, itu banyak yang dijadikan catatan karena nantinya mengacu kepada smart city bagaimana teknologi sudah diterapkan di daerah yang didorong," ujar Marwan.

Simak Video "Beredar Video Pegiat Medsos Ninoy Karundeng Lebam dan Diinterogasi"
[Gambas:Video 20detik]

(sya/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com