Dosen yang Juga Aktivis di Cianjur Ditahan Terkait Pemerasan Plt Bupati

Syahdan Alamsyah - detikNews
Sabtu, 29 Jun 2019 10:52 WIB
Foto: Syahdan Alamsyah
Cianjur - Seorang oknum dosen salah satu universitas di Cianjur yang juga dikenal sebagai aktivis berinisial RM dijebloskan ke Lapas oleh Kejaksaan Negeri Cianjur. RM ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus pemerasan Plt Bupati Cianjur Herman Suherman oleh Mustajab, penyidik KPK gadungan, yang kasusnya kini sudah masuk ke meja hijau.

Informasi yang diperoleh detikcom, RM diamankan usai menjadi saksi pada sidang Musjabab, pada Kamis (22/6) lalu.

Kepala Kejaksaan Negeri Kajari Cianjur Yudhi Syufriadi mengatakan selain RM ada tiga tersangka lainnya yang ditahan penyidik kejaksaan.

"Betul inisial RM bersama dengan tiga orang rekannya, AN, SNJ dan DW. Mereka diduga terlibat aksi penipuan yang dilakukan tersangka atas nama Mustadjab," kata Yudhi melalui sambungan telepon, Sabtu (29/6).

Yudhi menjelaskan sebelumnya RM dan tiga rekannya tidak dikenakan penahanan karena berkas penyidikan masih ditangani Polda Jabar. Setelah berkas lengkap atau P21 akhirnya dilimpahkan ke Kejari Cianjur, RM kemudian ditahan.

"Sudah masuk tahap dua, begitu dinyatakan lengkap berkas dilimpahkan dari Polda dan Kejati Jabar dilakukan penahanan terhadap empat orang tersangka, salah satunya RM di Lapas Cianjur pada Kamis (22/6) lalu," lanjut dia.

Terkait dakwaan Yudhi mengaku harus melihat dokumen pelimpahan. "Nanti saya cek dulu Senin, apa saja dakwaannya," imbuhnya.

Sementara itu ditemui detikcom di ruang kerjanya Kepala Lapas Cianjur, Gumilar mengiyakan adanya titipan empat orang tahanan kejaksaan yang diduga terkait kasus pemerasan Plt Bupati Cianjur Herman Suherman.

"Pada Kamis (27/6) malam sekitar pukul 21.30 WIB, ada dua orang laki-laki dan dua orang perempuan. Untuk yang perempuan kita masukkan ke sel khusus perempuan, sedangkan dua orang lainnya salah satunya berinisial RM digabung di sel bersama para tahanan kasus lainnya," kata Gumilar.

Untuk sementara waktu ke empat tahanan titipan itu belum bisa dijenguk oleh siapapun termasuk oleh keluarganya. Untuk kebutuhan sehari-hari seperti pakaian ganti keluarga hanya bisa menitipkannya ke petugas.

"Salah seorang tahanan tidak membawa pakaian ganti sehingga sementara menggunakan pakaian khusus bagi tahanan di Lapas Cianjur. Sesuai dengan aturan, siapapun belum diizinkan bertemu atau menjenguk kecuali kuasa hukum. Kalau pun nanti ada keluarga yang datang kemungkinan hanya akan menitipkan pakaian," jelas Gumilar.

Penahanan RM, AN, SNJ dan DW merupakan rangkaian dari kasus pemerasan Herman Suherman, yakni Mustajab yang mengaku sebagai petugas KPK yang saat ini sudah masuk tahap persidangan. Selain dikenal sebagai dosen, RM juga dikenal sebagai aktivis yang gemar menyuarakan anti korupsi di Kabupaten Cianjur.



Simak Video "Puluhan Rumah di Cianjur Terendam Banjir Hingga 50 cm"
[Gambas:Video 20detik]
(sya/ern)