detikNews
Kamis 27 Juni 2019, 20:17 WIB

21 Persen Pengguna Narkoba di Bandung Generasi Milenial

Shafira Triana Putri, Mochamad Solehudin - detikNews
21 Persen Pengguna Narkoba di Bandung Generasi Milenial Foto: Ilustrasi: Mindra Purnomo/detikcom
Bandung - Peredaran narkoba masih menjadi masalah yang perlu dihadapi serius oleh seluruh daerah di Indonesia. Apalagi peredaran barang haram tersebut kerap menyasar generasi milenial.

Kepala Seksi Pencegahan BNN Kota Bandung Leonard mengatakan berdasarkan data 2018 pihaknya mencatat ada 254 kasus penyalahgunaan narkoba di Kota Bandung. Sementara di 2019 telah ada 81 kasus pidana terkait narkotik.

"Dalam persentase angkanya (milenial) lumayan besar 21,14 persen untuk angka terakhir. Jadi lumayan banyak," kata Leonard di Taman Sejarah, Kota Bandung, Kamis (27/6/2019).


Menurut Leonard, generasi milenial memang menjadi sasaran empuk bagi para pengedar narkoba. Sebab generasi muda ini masih rentan terhadap pergaulan bebas termasuk penyalahgunaan narkoba.

"Kalau dari kami turun di lapangan mayoritas khususnya usia pendidikan rata-rata sebagian besar terpapar lingkungan yang tidak kondusif. Jadi narkotika disalahgunakan, jadi ajang pelarian untuk masalah keluarga," ucapnya.

Lebih lanjut Leonard mengungkapkan, berdasarkan data secara nasional dari hasil penelitian di 13 provinsi banyak usia produktif yang melakukan penyalahgunaan narkotik. Rentang usianya berkisar 13-30 tahun.


Untuk itu, pemerintah pusat sudah secara khusus mengarahkan agar fokus terhadap pencegahan dini terutama di kalangan anak muda. Sebab anak muda merupakan generasi penerus bangsa.

"Arahannya memang fokus pada milenial. Adik-adik masih muda ini yang meneruskan perjuangan kami. Apalagi Indonesia dengan bonus demografi maka kita lindungi adik-adik ini," ucapnya.


Dalam kesempatan itu, pihaknya mengajak masyarakat untuk berperan dalam pemberantasan narkoba khususnya di Kota Bandung. Dia bahkan mengimbau masyarakat untuk melaporkan bila ada temuan penyalahgunaan narkoba.

"Kalau sukarela, kita akan fasilitas rehabilitasinya. Jadi pentingnya masyarakat tahu bahwa melapor ini bukan jadi stigma jelek dan jangan takut melaporkan," ujarnya.
(tro/tro)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed