detikNews
Kamis 27 Juni 2019, 18:28 WIB

Bawaslu Karawang Periksa Dalang Jual Beli Suara Pemilu 2019

Luthfiana Awaluddin - detikNews
Bawaslu Karawang Periksa Dalang Jual Beli Suara Pemilu 2019 Asep Saepudin Mukhsin, Komisioner KPU Karawang yang dilaporkan seorang caleg gagal sebagai dalang jual beli suara. (Foto: Luthfiana Awaluddin/detikcom)
Karawang - Bawaslu Karawang memeriksa Asep Saepudin Mukhsin, komisioner KPU Karawang yang dilaporkan seorang caleg gagal sebagai dalang jual beli suara di Karawang. Selama hampir 2 jam, Asep diberondong 28 pertanyaan.

"Saya datang ke sini untuk diklarifikasi. Sebelum ini saya juga sudah dipanggil KPU Provinsi Jabar. Sudah cukup ya," kata Asep kepada wartawan saat keluar dari Kantor Bawaslu Karawang, Kamis (27/6/2019) sore.


Asep tak membantah dan tak menyangkal saat dikonfirmasi soal laporan EK Budi Santoso alias Kusnaya, caleg DPR RI Partai Perindo yang menudingnya sebagai otak jual beli suara saat Pemilu 2019. "Saya mengikuti proses ini dulu saja. Sudah cukup lah ya, saya mau pulang," kata Asep sambil berlalu.

Sebelumnya, Asep dilaporkan telah mengkoordinir 12 PPK di Karawang untuk menawarkan penggelembungan jumlah suara saat Pemilu 2019 di Karawang. Asep juga disebut mendapat uang senilai ratusan juta dari Kusnaya. Adapun ke-12 PPK mendapat uang dengan jumlah bervariasi, sekitar puluhan juta rupiah.

"Saya transfer uang ke Asep dan 12 PPK. Tapi saya minta uang saya dikembalikan. Dan Asep sampai cium kaki saat saya ungkap kasus ini," kata Kusnaya kepada wartawan di Kantor Bawaslu Karawang.

Bawaslu Karawang Periksa Dalang Jual Beli Suara Pemilu 2019Komisioner Bawaslu Karawang Bidang Penindakan Pelanggaran Roni Rubiat Machri. (Foto: Luthfiana Awaluddin/detikcom)

Sementara itu Komisioner Bawaslu Karawang Bidang Penindakan Pelanggaran Roni Rubiat Machri menuturkan masih mengkaji kasus yang menjerat Asep Mukhsin dan 12 PPK di Karawang. Menurut Roni, Asep diduga kuat melanggar kode etik dan terlibat kasus pidana pemilu.

"Asep berpotensi melanggar kode etik atau terlibat pidana pemilu. Tapi kita masih kaji," kata Roni saat ditemui di ruang kerjanya.


Roni menuturkan, 12 anggota PPK yang diduga kuat jual beli suara mangkir saat dipanggil Bawaslu Karawang pada Kamis (27/6/2019). "Kita sudah panggil 12 anggota PPK hari ini. Namun tak datang. Kita punya kesempatan memanggil sekali lagi," kata Roni.

Roni menuturkan, punya waktu hingga 11 Juli untuk memutuskan ihwal kasus tersebut. "Kami kaji apakah mereka melanggar kode etik atau pidana pemilu atau bahkan kedua-duanya," kata Roni.


KPU: MK Adil, Tuduhan KPU Dukung salah Satu Paslon Terbantahkan:



Simak Video "Caleg PPP Ini Ngaku Pernah Ditawari Beli Suara di Malaysia"
[Gambas:Video 20detik]

(tro/tro)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed