detikNews
Kamis 27 Juni 2019, 08:47 WIB

Tipu-tipu Orang Tua Siswa di Bandung Akali Sistem Zonasi

Mukhlis Dinillah - detikNews
Tipu-tipu Orang Tua Siswa di Bandung Akali Sistem Zonasi Ketua tim investigasi domisili PPDB Jabar Heri Suherman/Foto: Mochamad Solehudin
Bandung - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA Negeri di Jabar 2019 menyisakan sejumlah persoalan. Tim investigasi domisili PPDB menemukan kecurangan dari beberapa pendaftar yang mengakali syarat administrasi jalur zonasi.

Ketua tim investigasi domisili PPDB Jabar Heri Suherman menemukan adanya pendaftar ke SMAN 3 dan 5 Bandung yang menumpang kartu keluarga ke alamat bukan domisilinya. Ternyata, alamatnya merupakan SMPN 2 Bandung.

Keberadaan SMPN 2 sendiri berada di Jalan Sumatera. Sementara, SMAN 3 dan 5 terletak di Jalan Belitung. Peluang pendaftar yang berdomisili di SMPN 2 sangat besar karena jaraknya ke SMAN 3 dan 5 hanya berkisar 300 meter.

Dalam penelusuran, tim menemukan ada delapan KK yang tinggal di alamat SMPN 2 Bandung. Persoalannya, tidak semua yang tercantum dalam delapan KK itu mendiami SMPN 2 Bandung, atau disimpulkan hanya terdaftar secara administratif.

"Kita kan minta keterangan, kita datangi ada yang tinggal di sana (SMPN 2). Ada juga yang KK nya beralamat di sana, secara nyata gak tinggal di sana, numpang alamat. Hanya satu orang pendaftar di SMAN 3 dan 5, yang tinggal di SMPN 2," kata Heri, Kamis (27/6/2019).

Ia menegaskan satu domisili tidak dilarang ditempati oleh banyak KK. Hanya saja yang menjadi persoalan, ketika dalam proses PPDB para pendaftar memanfaatkan alamat tersebut untuk memperbesar peluangnya lolos jalur zonasi.

"Dalam satu alamat bisa banyak KK. Bahkan ada yang 11 KK satu alamat, tapi semua tidak ada yang daftar. Jadi masalah itu kalau pendaftar di alamat itu, orangnya tidak tinggal di sana," jelas dia.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar Dewi Sartika mengaku menawarkan solusi untuk orang tua yang melakukan kecurangan dalam pelaksanaan PPDB tahun ini. Peserta bisa pindah jalur zonasi ke prestasi atau terpaksa sekolah di swasta.

"Pada intinya kita berharap agar siswa tidak menjadi korban dan tetap harus sekolah," tutur Dewi.

Dia mengakui tim investigasi domisili PPDB Jabar menemukan 10 KK mencurigakan di antaranya beralamat di Jalan Bali, Jalan Kalimantan, dan Jalan Sumatera, Kota Bandyng. Karena tidak ditemukan siswa pendaftar di domisili tersebut.

"KK-nya memang ada (di alamat tersebut), tapi orangnya (siswa) tidak di sana, itu yang menjadi persoalan. Yang Jalan Bali, Kalimantan, dan Sumatera begitu," jelas dia.

Menurutnya tim investigasi ini akan terus bekerja menelusuri kecurangan-kecurangan dalam pelaksanaan PPDB tahun ini. Tim melakukan monitoring secara online maupun terjun di lapangan.

"Kita baca medsos, bahas pengaduan, alamat hasil pengaduan, atau yang mencurigakan kita cek di sistem. Kemudian terjun ke lapangan dipimpin Disdukcapil," ujar Dewi



Tonton video Gara-gara Sistem Zonasi, Sekolah Ini Tak Ada Pendaftar:

[Gambas:Video 20detik]


(mud/ern)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed