detikNews
Senin 24 Juni 2019, 16:35 WIB

Jurus Bandung Tarik Wisatawan Pasca Penerbangan Dialihkan ke BIJB

Mochamad Solehudin - detikNews
Jurus Bandung Tarik Wisatawan Pasca Penerbangan Dialihkan ke BIJB Penerbangan dari Bandara Husein Sastranegara segera pindah ke BIJB. (Foto: Rachman Haryanto/detikcom)
Bandung - Pemerintah menyiapkan berbagai langkah untuk menarik minat kunjungan wisatawan ke Kota Bandung, pasca pemindahan sejumlah rute penerbangan dari Bandara Husein Sastranegara ke Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) mulai 1 Juli mendatang.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung Kenny Dewi Kaniasari mengaku telah menyiapkan sejumlah strategi agar wisatawan tetap mau datang ke Bandung. Mulai dari menyiapkan destinasi wisata baru hingga meningkatkan pelayanan dunia pariwisata.

"Bandung sudah punya nama, kita harus tetap optimis. Pertama tingkatkan pelayanan dunia pariwisata. Baik itu pelayanan fisik maupun nonfisik. Sertifikasi dan standarisasi seperti itu harus, juga inovasi produksi wisata," kata Kenny dalam rilis yang diterima, Senin (24/6/2019).


Selain itu, pihaknya juga tengah mengembangkan destinasi-destinasi wisata di tingkat kewilayahan. Salah satunya kawasan Braga karena telah memiliki potensi wisata yang baik dengan bangunan heritage.

"Ini masih berproses, inovasi ini membuat satu percontohan pengembangan destinasi wisata kewilayahan disesuaikan dengan kearifan lokal tiap wilayah. Jadi Bandung itu akan memiliki destinasi wisata dan layak dikunjungi," katanya.

Menurutnya pemindahan sejumlah rute penerbangan ke BIJB Kertajati akan berpengaruh terhadap kunjungan wisatawan. Namun secara kualitas, dia melihat akan jauh lebih baik. Terutama dari sisi bisnis dan perputaran uang yang ada.

"Secara kuantitas mungkin berpengaruh. Tapi kita lihat kualitas, perputaran uang di Bandung ke depan lebih fokus," ucapnya.


Dia menambahkan, Pemkot Bandung tengah mengembangkan sustainable development tourism atau konsep pariwisata yang menguntungkan dari berbagai sisi. Mulai dari ekonomi, lingkungan dan sosial.

"Jadi berkelanjutan, masyarakat ikut dilibatkan. Makanya pengembangan setiap kampung wisata itu berbasis community based tourism, mendorong dari bawah (bottom up)," ujarnya.
(tro/tro)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed