detikNews
Senin 24 Juni 2019, 15:10 WIB

Organda Minta Pemkab Garut Atasi Konflik Angkutan Online-Konvensional

Hakim Ghani - detikNews
Organda Minta Pemkab Garut Atasi Konflik Angkutan Online-Konvensional Foto: Ilustrasi: Edi Wahyono
Garut - Dalam sepekan terakhir terjadi dua kali konflik antara sopir angkutan online dengan konvensional di Kabupaten Garut. Organisasi Angkutan Darat (Organda) Garut minta Pemkab Garut segera turun tangan.

"Seharusnya pemerintah memberi solusi yang menguntungkan pihak terkait. Harus ada win-win solution," ujar Ketua Organda Garut Yudi Nurcahyadi kepada wartawan, Senin (24/6/2019).


Dua konflik tersebut adalah pada Jumat (21/6), seorang sopir ojek online diduga diadang dan dipukul oleh kusir delman saat hendak menjemput penumpang di kawasan Rancabango, Tarogong Kaler. Sedangkan pada Minggu (23/6) kemarin, seorang sopir taksi online diduga dipukul sopir ojek pangkalan di kawasan Cimanuk, Karangpawitan. Dari sebuah foto yang beredar, pengemudi taksi online mengalami luka robek di bagian pelipis.

Kedua kejadian itu telah ditangani Polsek setempat. Namun akibatnya hari Minggu kemarin ratusan pengemudi ojek online melakukan aksi sweeping ke kawasan Karangpawitan dan pusat kota Garut. Mereka kemudian mencabut spanduk larangan ojol melintasi kawasan ojek pangkalan.

Yudi mengatakan, agar tidak kembali terulang Pemkab diminta turun tangan menangani hal tersebut. "Untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan seperti kemarin, seharusnya Pemda dan aparat penegak hukum mengumpulkan dulu pihak-pihak berkepentingan agar ada win-win solution bagi semua pihak," ujar Yudi.


Sementara itu Bupati Garut Rudy Gunawan mengimbau para pengemudi angkutan online untuk tidak melakukan aksi melanggar hukum.

"Kami mengimbau pengemudi ojek online untuk tidak sweeping. Kalau ada kejadian, kan sudah ada petugas berwajib yang akan menangani," ucap Rudy.
(tro/tro)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed