detikNews
Rabu 19 Juni 2019, 16:00 WIB

Nyaris Ambruk, Madrasah di Kota Sukabumi Ini Butuh Bantuan

Syahdan Alamsyah - detikNews
Nyaris Ambruk, Madrasah di Kota Sukabumi Ini Butuh Bantuan Foto: Syahdan Alamsyah
Sukabumi - Madrasah Diniyyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) di Jalan Sani'in, RT 01 RW 06 Kelurahan Benteng, Kecamatan Warudoyong Kota Sukabumi ini kondisinya memprihatinkan. Enam ruang kelas kondisinya rusak, satu di antaranya bahkan nyaris ambruk.

Madrasah ini berdiri sejak tahun 1997 silam. Menurut salah seorang tenaga pendidik Dedeh Jubaedah madrasah itu dibiarkan dengan keadaan rusak sejak 12 tahun silam. Sempat ada bantuan perbaikan pada tahun 2018 itupun hanya satu ruangan saja.

"Sempat ada perbaikan, namun hanya satu ruangan kelas yaitu kelas 2 saja nilai bantuan pun sekitar Rp 20 juta," tutur Dedah kepada detikcom, Rabu (19/6/2019).

Pengamatan detikcom, tulang-tulang penyangga atap kondisinya sudah lapuk dimakan zaman. Sebagian plafon bilik bahkan sudah bolong, kayu-kayu lapuk terlihat menjulur keluar dari dalam lubang.

"Kondisi paling parah ruang saya mengajar di kelas 1, ruang kelas 3 belum ada perbaikan total. Adapun rehab-rehab kecil, kalau mengandalkan anggaran madrasah tentu sangat jauh dari harapan. Kami saja pendidik hanya bergaji Rp 199 ribu melalui bank setelah dipotong pajak," lirihnya.

Pihak sekolah bukan tanpa upaya, berulangkali mereka mengajukan proposal untuk rehabilitasi sekolah. Mulai dari tingkat kota sampai provinsi, namun belum ada tanggapan.

"Kami hanya berharap ada bantuan, karena ini menyangkut pembangunan karakter keagamaan anak didik kami. Bagaimana anak-anak ini bisa mendapatkan pendidikan agama dengan nyaman tanpa dihantui ancaman sewaktu-waktu bangunan ini roboh, jujur saja siswa kami ketakutan dengan kondisi sekolah seperti ini," keluhnya.

Jumlah siswa di MDTA kini 80 orang. Diakui pihak sekolah, jumlahnya makin berkurang setiap tahunnya. "Wajar saja orang tua khawatir dengan keselamatan anak-anaknya karena kondisi bangunannya seperti ini. Apalagi kalau hujan, percikan air pasti masuk ke ruangan kelas, mereka takut sewaktu-waktu bangunan ambruk. Tahun lalu madrasah ini punya 150 anak didik, tahun sekarang 86 dan tentu akan terus berkurang seiring kondisi bangunan yang terus lapuk," ujarnya.
(sya/ern)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed