detikNews
Rabu 19 Juni 2019, 12:42 WIB

Kecelakaan Maut Di Cipali

KNKT Soroti Kabin Khusus Sopir Bus dan Median Jalan Cipali

Sudirman Wamad - detikNews
KNKT Soroti Kabin Khusus Sopir Bus dan Median Jalan Cipali Foto: Kecelakaan beruntun di Tol Cipali tewaskan 12 orang (Dok. Istimewa)
Cirebon - Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyelidiki kecelakaan maut di Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) Km 150+900 yang menewaskan 12 orang. Selain memeriksa kelaikan kendaraan, KNKT juga mengambil keterangan dari sejumlah korban.

Pemimpinan Investigasi KNKT Achmad Wildan mengatakan penyelidikan yang dilakukannya berbeda dengan pihak kepolisian. "Kalau kepolisian itu langsung pada UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang siapa yang paling bertanggung jawab dalam kecelakaan itu. Kalau kami fokus pada bagaimana kecelakaan tidak terulang lagi," kata Achmad di RS Mitra Plumbon Cirebon, Jabar, Rabu (19/6/2019).


Menurut Achmad, KNKT fokus pada dua poin yakni aktif safety dan pasif safety. Pihaknya mengaku telah menerima laporan terkait penyebab kecelakaan bus Safari, yakni penyerangan sopir yang dilakukan penumpang.

KNKT menyoroti tentang kabin sopir yang steril dari penumpang, seperti yang diterapkan di pesawat dan kereta api. "Adanya gangguan dari penumpang, itu adalah penyebabnya, jadi aktif safety kita nanti adalah akan mendesain ruang kemudi jadi steril. Jadi kinerja pengemudi tidak akan terganggu dengan penumpang," tutur Achmad.

Achmad mengaku saat ini belum ada regulasi yang mengatur tentang ruang khusus sopir bus. Padahal, lanjut dia, bus merupakan angkutan masa. "Kita akan rekomendasikan dua hal, perbaikan regulasi dan redesain atau rekayasa baru untuk memperbaiki kecelakaan," ucapnya.


KNKT juga menyoroti tentang tidak adanya pembatas jalan atau median jalan di sepanjang jalan Tol Cipali. Padahal, lanjut dia, dari data yang ada pada pengelola Tol Cipali selama enam bulan terakhir sedikitnya ada 16 kasus mobil yang menyeberang atau berpindah jalur.

"Dari data PT LMS dalam enam bulan terakhir ada 16 kali kendaraan yang menyeberang jalur. Orang boleh ngantuk, boleh lengah tapi ketika masuk sana jangan sampai fatal. Kita akan desain median Tol Cipali kaya apa, semua jalan tol juga didesain seperti apa agar kecelakaan tidak fatal," ujar Achmad.
(bbn/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed