detikNews
Rabu 19 Juni 2019, 12:21 WIB

Punya Azimat, Korban Pembunuhan di Cianjur Sempat Kebal Dibacok

Syahdan Alamsyah - detikNews
Punya Azimat, Korban Pembunuhan di Cianjur Sempat Kebal Dibacok Rekonstruksi pembunuhan pria bertato 'bandel' di Cianjur. (Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom)
Cianjur - Abdullah Sobarudin alias Duduy warga Kampung Ciengang, Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi tewas ditangan tiga orang pelaku. Korban tewas dengan sejumlah luka benda tajam di tubuhnya termasuk hantaman batu pada bagian kepalanya.

Proses rekonstruksi digelar hari ini. Sedikitnya ada 30 adegan yang direka ulang anggota Satreskrim Polres Cianjur. Salah satu adegan yang menarik adalah saat pelaku mengeluarkan dompet korban dan membuang benda serupa azimat.


Pantauan detikcom, ketiga pelaku A (17), F (20) dan SA (20) didatangkan untuk melakukan adegan rekonstruksi. A memegangi korban yang saat itu dalam posisi tergeletak, SA beberapa kali membacok dan menusuk perut korban menggunakan pisau sementara F berada di dekat pelaku.

SA mengaku kesulitan meski membacok pisau ke arah tangan, begitu juga saat menusuk korban. "Saya tahu dia pegang jimat (azimat) isim, saya ambil dompetnya dan membuang isim namanya isim 'buhur'," kata SA kepada polisi.

Korban Duduy yang diperankan oleh anggota kepolisian saat itu tidak membawa dompet. KBO Reskrim Iptu F Sianipar kemudian meminjamkan dompetnya untuk keperluan rekonstruksi.

"Kau temukan isimnya, lalu kau buang?," tanya Sianipar kepada pelaku SA.


Menjawab pertanyaan itu SA hanya mengangguk. Setelah membuang isim ternyata bacokan dan tusukan tidak juga mempan menembus kulit tubuh korban. Akhirnya SA mengambil batu dan menghantamkan batu ke arah kepala korban.

Langkah SA itu diikuti oleh F yang juga mengambil batu dan mengarahkannya ke arah kepala korban. Saat itu pelaku F melihat darah mengalir dari kepala korban. Meski begitu korban masih berupaya melakukan perlawanan, secara bergantian pelaku kemudian mulai melukai korban dengan senjata tajam. Pisau yang tadinya tidak mempan akhirnya berhasil menembus tubuh korban. Dalam adegan berikutnya pelaku SA lantas membuang pisau itu ke arah rimbunan pohon teh.


Polisi belum membeberkan motif para pelaku menghabisi korban. Proses rekonstruksi masih dilakukan, Kapolres Cianjur AKBP Soliyah membenarkan adegan dimana pelaku kesulitan membacok dan menusuk korban.

"Memang beberapa kali korban dibacok di leher, tangan dan perut memang tidak terjadi pendarahan. Terakhir mereka menghantamkan batu sehingga membuat korban tidak berdaya," kata Soliyah saat proses rekonstruksi.
(sya/tro)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed