detikNews
Selasa 18 Juni 2019, 17:47 WIB

Ini Tampang Pembuat Surat 'Sensen Presiden Republik Indonesia'

Hakim Ghani - detikNews
Ini Tampang Pembuat Surat Sensen Presiden Republik Indonesia Foto: Hakim Ghani
Garut - Hamdani, pria asal Garut bikin geger lewat surat 'Sensen Presiden Republik Indonesia'. Hamdani sudah ditetapkan tersangka oleh polisi dalam dugaan penistaan agama dan makar.

Polisi menggelar konferensi pers kasus tersebut di halaman Mako Polres Garut, Jalan Sudirman, Karangpawitan, Selasa (18/6/2019) sore sekitar jam 17.00 WIB.

Tampak Hamdani yang menggunakan baju tahanan diapit dua polisi. Hamdani tampak tersenyum sepanjang jalannya konferensi pers.

"Tersangka ini kita amankan Minggu (16/6) di rumahnya, di Caringin," ujar Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna.

Budi mengatakan, Hamdani sudah ditetapkan tersangka kasus tersebut. Kepada polisi, Hamdani mengaku dia lah yang membuat surat tersebut.

"Dia yang membuat surat dan menyebarkannya. Solo player," ujar Budi.

Hamdani kini ditahan di tahanan Polres Garut. Polisi masih melakukan pemeriksaan. Ada kemungkinan beberapa pengikut lain dipanggil polisi sebagai saksi.

Hamdani membuat surat itu Selasa (11/6) lalu dan disebar ke masjid dan kantor pemerintah di Kecamatan Caringin. Selain mengakui Sensen merupakan Presiden RI pusat, Hamdani juga mengimani Sensen sebagai Rosul.

"Bapak Drs Sensen Komara BM ESA adalah Presiden pusat Republik Indonesia, imam negara Islam Indonesia, Rosul Alloh," kata Hamdani dalam sepucuk surat yang mulai ramai diperbincangkan warga Garut pada Kamis (13/6).

Pengikut Sensen Komara tak kali ini saja berulah. Sebelumnya, pada tahun 2017 lalu, seorang pengikut Sensen bernama Wawan Setiawan juga menggegerkan warga Garut dengan menyebar surat pernyataan solat menghadap ke timur.

Selain mengakui Sensen sebagai Presiden NII kala itu, Wawan juga mengaku sebagai panglima angkatan darat dengan pangkat Jenderal berbintang empat.

Sensen sendiri sudah tak asing di telinga warga Garut. Dia terkenal sebagai penyebar ajaran sesat yang mulai muncul di tahun 2004. Kala itu, Sensen dan ribuan pengikut mengancam golput di Pilpres 2004.

Sensen sendiri pernah terjerat kasus makar pada 2011. Kala itu, Sensen dan anak buahnya sempat akan mengibarkan bendera NII pada tanggal 7 Agustus 2011 di istananya yang terletak di Cipari, Wanaraja.

Pada tahun 2012, dia dinyatakan mengidap gangguan jiwa dan divonis bersalah dalam kasus makar oleh Pengadilan Negeri Garut. Namun ia tidak mendapatkan hukuman penjara karena dinilai gangguan jiwa. Ia hanya dirawat di bagian kejiwaan RS Hasan Sadikin.


(ern/ern)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed