detikNews
Selasa 18 Juni 2019, 16:21 WIB

Pemohon SKCK Membeludak, Polresta Sukabumi Tambah Jam Layanan

Syahdan Alamsyah - detikNews
Pemohon SKCK Membeludak, Polresta Sukabumi Tambah Jam Layanan Antrean pemohon SKCK di Mapolrestas Sukabumi. (Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom)
Sukabumi - Usai Lebaran 2019, para pemohon Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) di Polresta Sukabumi membeludak. Setiap harinya loket pelayanan bisa melayani 600 hingga 800 orang.

Selain menambah loket pelayanan, petugas juga menambah waktu jam layanan SKCK hingga malam atau pukul 21.00 WIB demi memenuhi banyaknya pemohon yang terus berdatangan ke Polresta Sukabumi.

Pantauan di lokasi, Selasa (18/6/2019), antrean pemohon SKCK mengular hingga beberapa meter dari Gedung Parama Satwika.

"Biasanya pemohon di hari biasa hanya 150 - 200 orang. Pascalebaran, para pemohon SKCK ini meningkat hingga empat kali lipat, 600 bahkan 800 pemohon setiap harinya. Mereka membuat SKCK untuk keperluan masuk ke perguruan tinggi, melamar pekerjaan dan keperluan lainnya," kata Kapolresta Sukabumi AKBP Susatyo Purnomo kepada detikcom saat memantau proses layanan SKCK.


Tenda pelayanan didirikan di area yang biasa digunakan sebagai tempat parkir. Sejumlah petugas sibuk melayani para pemohon yang terus berdatangan sejak pagi tadi.

"Sesuai komitmen kami, pelayanan pembuatan SKCK ini 30 menit sudah langsung jadi. Kita menambah tenda layanan dan petugas demi mewujudkan target layanan tersebut. Selain itu kita juga membuka layanan hingga malam. Tentunya tidak hanya kecepatan pelayanan, kita juga tekankan kebersihan dan keramahan petugas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat," tutur Susatyo.

Pemohon SKCK Membeludak, Polresta Sukabumi Buka Layanan MalamAntrean pemohon SKCK di Mapolrestas Sukabumi. (Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom)
Susatyo memastikan tarif pembuatan SKCK sesuai dengan aturan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yaitu Rp 30 ribu. "Kita pastikan tidak ada petugas layanan yang memanfaatkan momen membeludaknya pemohon ini dengan menetapkan tarif di luar PNBP. Kita sesuai aturan, yaitu sebesar Rp 30 ribu," ujar Susatyo.

Engkar Sukardi, warga Kecamatan Baros, mengaku terkesan dengan kecepatan pelayanan petugas SKCK. Meskipun harus antre selama hampir satu jam, proses SKCK miliknya dapat langsung selesai.

"Kebetulan berkas yang saya bawa lengkap, makanya begitu diberikan ke petugas hanya menunggu sekitar 20 menit. Saya buat SKCK untuk keperluan melamar pekerjaan," kata Engkar.
(sya/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed