detikNews
Senin 17 Juni 2019, 22:16 WIB

Bocah Disabilitas Diduga Dicabuli Oknum Pekerja Sosial di Cimahi

Yudha Maulana - detikNews
Bocah Disabilitas Diduga Dicabuli Oknum Pekerja Sosial di Cimahi Ilustrasi kasus pencabulan. (Ilustrator: Luthfy Syahban)
Cimahi - Seorang perempuan disabilitas rungu wicara yang berusia di bawah umur diduga menjadi korban pencabulan. Terduga pelakunya oknum pekerja sosial (peksos) pada Dinas Sosial (Dinsos) Jawa Barat.

Kejadian itu diduga terjadi pada pertengahan Mei atau saat Ramadhan 2019. YR, ibu asuh korban, mengatakan kejadian itu bermula saat korban yang berusia 15 tahun, mengikuti pelatihan keterampilan yang dilaksanakan di Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas (BRSPD) Dinsos Jabar.

Selama mengikuti pelatihan, warga Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB) itu menginap di mes BRSPD. Pelatihan tersebut dimulai pada Maret hingga Oktober 2019.

"Saya diminta untuk melihatnya pada Sabtu dan Minggu, karena ibunya bekerja sebagai petugas daycare. Pihak Dinsos menjamin kalau dia (korban) akan baik-baik saja karena di sana ada peksos, kebetulan saya ada kesibukan saat itu jadi tidak bisa menjenguk," kata YR saat ditemui di salah satu panti disabilitas di Kota Cimahi, Senin (17/6/2019).

YR kemudian menjanjikan akan menemui anak asuhnya itu sebelum Lebaran di tempat pelatihan. Namun, korban mengatakan telah berada di rumah.

"Pekan lalu ibunya mengontak saya, katanya ada masalah, kalau anaknya telah mengalami kekerasan seksual. Ibu korban juga menanyakan tentang seorang pekerja sosial yang mengajak anaknya ke luar," ujar YR.

Menurut keterangan ibu korban, pria inisial S yang diduga mencabuli korban tersebut datang dengan memakai jaket peksos. Ia mengajak korban untuk membeli jam tangan, namun ekspresinya tampak tergesa-gesa.

"Korban kemudian memblokir nomor handphone orang tersebut, di sana ada keganjilan, tiba-tiba orang tersebut datang dengan membawa aneka makanan. Kemudian mengajak korban ke Sumedang, tapi dia (korban) enggak mau," tuturnya.

Kecurigaan YR dan ibu kandung korban mencuat saat menemukan percakapan korban dengan rekannya. Di sana keduanya menemukan ada percakapan yang menjurus ke arah pelecehan dalam ponsel korban.

Ia pun mendapati gelagat aneh dari pria tersebut dan istrinya, baik kepada dirinya maupun kepada ibu korban. Mencium kecurigaan, akhirnya keduanya sepakat untuk membawa korban ke rumah sakit untuk visum.

"Kami membuat surat pengantar di Polres Cimahi, saat melakukan BAP, korban mengaku dilecehkan dan memperagakan kekerasan yang menimpanya," ucapnya.

Dari pemeriksaan sementara hasil visum, kata YR, ada luka robek pada bagian sensitif korban. "Saya dapat informasi ini dari polisi yang mendampingi kami," kata YR.

Polisi Kumpulkan Bukti

Kasat Reskrim Polres Cimahi AKP Niko. N. Adiputra membenarkan adanya laporan oknum peksos cabuli bocah disabilitas. "Betul, kami baru menerima laporan kasus dugaan pelecehan seksual terhadap anak disabilitas. Sekarang dalam penyelidikan," ujarnya via telepon.

Saat ini, menurut Niko, pihaknya masih mengumpulkan alat bukti dan keterangan dari saksi-saksi. "Kita beri surat pengantar untuk visum korban di rumah sakit sejak awal, hasilnya diketahui dua minggu. Penyidik juga mulai memanggil para pihak untuk dimintai keterangan," ucapnya.

Ia belum menetapkan status hukum terhadap terduga. "Belum ada penetapan, penyelidikan masih berjalan. Baru itu perkembangannya," kata Niko.

Dinsos Jabar akan Klarifikasi Oknum Peksos

Kepala Dinas Sosial Jawa Barat Dodo Suhendar mengaku baru mendapatkan informasi soal kasus dugaan pencabulan ini. "Rencananya (terduga pelaku) dipanggil untuk klarifikasi dan dimintai keterangan," kata Dodo saat dikonfirmasi detikcom.

Terkait proses lanjutan oknum berinisial S tersebut, Dodo akan mengkonsultasikan hal tersebut kepada Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk proses selanjutnya.

"Demikian informasi yang bisa saya sampaikan sementara ini," kata Dodo.
(bbn/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed