DetikNews
Kamis 13 Juni 2019, 13:17 WIB

Ribuan Miras Oplosan hingga Pak Ogah Diamankan Selama Mudik 2019

Deden Rahadian - detikNews
Ribuan Miras Oplosan hingga Pak Ogah Diamankan Selama Mudik 2019 Polres Tasikmalaya amankan ribuan botol miras dan 24 orang yang meresahkan selama arus mudik dan balik Lebaran 2019. (Foto: Deden Rahadian/detikcom)
Tasikmalaya - Selama dua minggu terakhir, tepatnya 29 Mei hingga 10 Juni 2019, Polres Tasikmalaya menggelar operasi penyakit masyarakat (Pekat). Hasilnya petugas menyita ribuan botol miras berbagai merek, ratusan lembar obat terlarang hingga sejumlah orang yang dianggap meresahkan.

Kapolres Tasikmalaya AKBP Dony Eka Putra mengatakan pihaknya juga menyita ratusan botol alkohol murni yang biasa dijadikan bahan miras oplosan. Alhkohol tersebut disita bersama sejumlah obat batu dan minuman energi yang juga bahan miras oplosan.


Dony mengatakan bahan miras oplosan tersebut telah menyebabkan keresahan di tengah masyarakat. Salah satu kasusnya adalah perkelahian berujung pada tewasnya Ichsan (25). Korban sebelumnya menenggak miras oplosan sebelum akhirnya berkelahi dan jatuh tenggelam di Saluran Irigasi Cikunten.

"Kita sita ribuan botol miras dan ratusan alkohol, juga obat terlarang selama cipta kondisi operasi ketupat kemarin. Alkohol murni disita karena ada korban tewas akibat berkelahi yang sebelumnya menenggak miras oplosan alkohol murni dan minuman berenergi," ujar Dony di Mapolres Tasikmalaya, Kamis (13/6/2019).

Selain itu, selama operasi polisi juga mengamankan sejumlah orang yang dianggap meresahkan. Seperti belasan Pak Ogah atau orang yang biasa meminta uang di sejumlah jalan dengan dalih mengatur lalu lintas. Dari mereka polisi menyita barang bukti sekitar Rp 1 juta.

"Pak Ogah ini sumbang kemacetan di jalur mudik selatan. Mereka meminta uang dari pengguna jalan, jadi sebabkan kendaraan berhenti lama," katanya.


Total, kata Dony, sebanyak 24 orang diamankan selama operasi berlangsung. Mereka adalah pedagang miras, preman dan Pak Ogah. Ia memastikan meski operasi telah usai, namun penertiban akan terus dilakukan.

"Sanksinya mereka sudah mengikuti sidang Tipiring sesuai dengan Perda," ujar Dony.
(tro/tro)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed