detikNews
Sabtu 25 Mei 2019, 11:27 WIB

Kasur-Bantal Keselamatan Dipasang di Jalur Mudik Ibun-Kamojang

Wisma Putra - detikNews
Kasur-Bantal Keselamatan Dipasang di Jalur Mudik Ibun-Kamojang Bantal-kasur keselamatan dipasang di jalur Ibun-Kamojang yang menjadi alternatif dari Kabupaten Bandung menuju Garut. (Foto: Wisma Putra/detikcom)
Bandung - Polisi tidak merekomendasikan jalur Ibun Kamojang, Kabupaten Bandung digunakan sebagai jalur alternatif mudik lebaran dari arah Bandung menuju Garut. Sebab, jalan tersebut memiliki kontur menanjak dan menurun, banyak tikungan tajam dan rawan terjadi kecelakaan lalu lintas.


Kapolsek Ibun Iptu Carsono mengatakan meski tidak direkomendasikan pihaknya akan berjaga di jalur tersebut. Hal itu lantaran warga yang sudah tahu dengan kondisi itu akan menggunakan jalan tersebut sebagai jalur alternatif.

Pantuan detikcom Sabtu (25/5/2019), bantal dan kasur keselamatan dipasang di titik rawan kecelakaan lalu lintas. Hal itu dilakukan demi memberi keselamatan kepada para pengguna jalan. Bantal dan kasur keselamatan dipasang salah satunya di turunan makam Patrol.

"Bantal dan kasur keselamatan dipasang Muspika Ibun sebanyak tiga titik. Pertama di turunan Paseh, kedua turunan makam Patrol dan ketiga di turunan SD Patrol," kata Carsono di Mapolsek Ibun.


Carsono mengungkapkan, terkait pemasangan bantal dan kasur keselamatan itu dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan lalu lintas.

"Kami mengantisipasi kecelakaan lalu lintas yang mana memang sering terjadi arah Garut ke arah Majalaya (Bandung), yaitu memang turunannya sangat panjang dan curam sehingga rawan sekali rem blong terutama kendaraan jenis matik," ucapnya.
Kasur-Bantal Keselamatan Dipasang di Jalur Mudik Ibun-KamojangFoto: Wisma Putra
Turunan dari arah Garut menuju Bandung memiliki panjang sekitar 10 km dan memiliki empat titik rawan kecelakaan lalu lintas, yakni di jalur Curang Monteng, turunan SD Patrol, turunan makam Patrol dan turunan Paseh.

"Tips sendiri, kami mengimbau kepada penggunaan jalan Majalaya arah Samarang (Bandung-Garut) dan sebaliknya, terutama dari arah Samarang menuju Majalaya, sebelum jembatan kuning (Cukang Monteng) untuk mendinginkan rem terlebih dahulu. Supaya ketika turun ke arah Majalaya rem tersebut berfungsi dengan normal," ujarnya.

"Kami sudah mendirikan Pos PAM Operasi Pidato untuk mendinginkan rem kendaraan. Selain itu pastikan kondisi kendaraan dengan kondisi baik dan penggunaan kendaraan dengan kondisi sehat dan prima," Carsono menambahkan.
Kasur-Bantal Keselamatan Dipasang di Jalur Mudik Ibun-KamojangFoto: Wisma Putra
Sementara itu salah seorang juru kunci makam Patrol Nono (60) mengatakan jalan tersebut kerap menelan korban jiwa. Terakhir, ada pengguna motor terjatuh di jalan tersebut. "Pengguna sepeda motor nyungseb ke sini (area pemakaman). Motornya ada tapi pengendarnya enggak ada, setelah di tolong ternyata pengendaranya tertimpa motor dan tangannya patah. Sudah sering di sini (kecelakaan), yang meninggal juga ada," ujarnya.

Menurut Nono dari mitos yang berkembang di masyarakat turunan tersebut memiliki dua cabang. Padahal turunan itu hanya memiliki satu jalur. Namun, terkait kebenarannya ia tidak pernah mengalaminya, tapi tak jarang korban kecelakaan di turunan tersebut membenarkan hal tersebut.

"Jadi kalau menurut korban kecelakaan di sini jalannya ada dua cabang, lurus ke makam dan menikung ke bawah, yang bener itu yang ke bawah kalau lurus ya pasti nabrak," ucapnya.
Kasur-Bantal Keselamatan Dipasang di Jalur Mudik Ibun-KamojangFoto: Wisma Putra
Selain itu, tak jarang para pengguna jalan melemparkan sebatang rokok saat melintas di turunan ini. "Iya suka ada yang lempar rokok, terus kalau mau lewat turunan ini jangan lupa pamitan atau ucapkan salam," ujar Nono.
(tro/tro)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com