DetikNews
Jumat 24 Mei 2019, 17:05 WIB

Tetangga Sebut Istri Ketua KPU Cianjur Disekap 2 Orang Bertopeng

Syahdan Alamsyah - detikNews
Tetangga Sebut Istri Ketua KPU Cianjur Disekap 2 Orang Bertopeng Penjhat bertopeng. (Foto: Ilustrasi oleh Edi Wahyono)
Cianjur - Yanti, istri Ketua KPU Cianjur Hilman Wahyudi, mengaku disekap orang tak dikenal. Peristiwa yang terjadi pada Kamis (23/5/2019) malam itu menggegerkan warga sekitar tempat tinggal korban, Kampung Karangtengah, Desa Nagrak Kecamatan Cianjur Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Kepada warga, Yanti bercerita dua pelaku masuk ke dalam rumah lalu melakukan penyekapan. Ia menyebut orang tak dikenal itu menggunakan topeng.

"Dia sedang menunaikan salat isya, tiba-tiba dihampiri dua orang tidak dikenal yang menggunakan penutup muka di kamarnya. Mereka sempat menanyakan keberadaan suaminya, setelah itu pelaku mengikat tangan korban dan dibawa ke belakang rumah," kata Dadan Buyamin kepada awak media, Jumat (24/5).


Menurut keterangan Yanti kepada Dadan, para pelaku diduga masuk lewat pintu depan rumah yang belum dikunci. Sebelum menyekap korban para pelaku meminta korban menghubungi suaminya.

"Pak Hilman datang lalu mengajak warga mendatangi rumah. Ada polisi juga. Saat tiba di lokasi pelakunya sudah melarikan diri," ucap Dadan.

Ia menambahkan sempat mengobrol dengan Hilman yang merasa diikuti oleh beberapa orang saat pulang kerja dan bepergian. "Bilangnya begitu, sudah beberapa hari seperti ada yang mengikuti," ujar Dadan.

Warga Sempat Lihat Orang Mencurigakan

Nining Yuningsih (43), tetangga Yanti, mengaku sempat melihat beberapa orang mencurigakan yang mondar-mandir di rumah korban sehari sebelum kabar penyekapan tersebut. Dia memastikan orang tersebut bukan warga sekitar. Mereka juga terlihat tidak menggunakan alas kaki.

"Awalnya saya pikir mereka orang yang sedang ngobor (berburu belut). Hanya saja sedikit aneh gerak-geriknya, mereka terlihat dua kali bolak-balik di depan rumah korban," ucapnya.

Menurut dia, Yanti saat malam memang terbiasa berdua dengan sang anak. Sebagai tetangga, Nining seringkali mengecek kondisi rumah yang ditinggalkan pemiliknya.

"Biasanya dikunci kalau malam hari, tapi waktu kejadian itu katanya tidak dikunci. Saya juga tidak tahu persis kejadiannya, tahu-tahu sudah ramai ada polisi," tutur Yanti.



Simak Juga 'Ratusan Petugas KPPS Meninggal Jadi Sorotan':

[Gambas:Video 20detik]


(sya/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed