detikNews
Kamis 23 Mei 2019, 17:03 WIB

Ikut Aniaya 2 Remaja, 5 Santri Habib Bahar Dikeluarkan dari Ponpes

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Ikut Aniaya 2 Remaja, 5 Santri Habib Bahar Dikeluarkan dari Ponpes Habib Bahar bin Smith. (Foto: Dony Indra Ramadhan/detikcom)
Bandung - Habib Bahar bin Smith mengaku tak tahu terkait insiden salah seorang santrinya menyundut rokok ke kepala salah satu korban usai digunduli. Bahar menyebut ada 5 santri yang dikeluarkan imbas dari insiden tersebut.

"Saya tidak tahu itu. Saya tahu setelah pengakuan korban," ucap Bahar saat diperiksa sebagai terdakwa dalam sidang yang digelar Pengadilan Negeri (PN) Bandung di Gedung Arsip dan Perpustakaan Kota Bandung, Kamis (23/5/2019).


Bahar menjelaskan saat itu dia memang menganiaya Cahya Abdul Jabar dan Muhammad Khoerul Aumam Al Mudzaqi alias Zaki lantaran mengaku-ngaku sebagai dirinya di Bali. Namun dia tak tahu bila para santri ikut menganiaya juga.

Seperti saat Zaki dibawa ke lantai 3 Pondok Pesantren Tajul Alawiyyin milik Bahar. Dalam dakwaan jaksa, ada beberapa santri yang melakukan penganiayaan terhadap Zaki di lantai 3 itu.

"Tidak benar saya menyuruh saudara Zaki ke lantai atas. Saya sangat melarang murid saya melakukan kekerasan," kata Bahar.


Bahar menyebut dia melibatkan santri hanya untuk menggunduli kepala dua korban. Menurut Bahar, selain adat di ponpes itu, penggundulan juga dilakukan agar mereka tidak lagi mengaku-ngaku sebagai dirinya. "Saya hanya suruh membotaki," kata Bahar.

Bahar menambahkan atas insiden itu, ada 5 orang santri yang dikeluarkan. Mereka diduga ikut melakukan kekerasan terhadap korban.

"Ya itu makanya ada 5 orang anak pondok yang dikeluarkan. Karena dibilang jangan pukul, tapi pukul berarti tidak taat dengan gurunya. Ada anak Medan dua orang, Ambon dua orang dan Sulawesi satu orang," kata Bahar.
(dir/tro)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com