DetikNews
Rabu 22 Mei 2019, 15:36 WIB

Rawan Kecelakaan, Aroma Horor Menyeruak di Tanjakan Cisarakan Sukabumi

Syahdan Alamsyah - detikNews
Rawan Kecelakaan, Aroma Horor Menyeruak di Tanjakan Cisarakan Sukabumi Foto: Syahdan Alamsyah
Sukabumi - Tanjakan Cisarakan merupakan akses pilihan bagi pengendara yang ingin berwisata ke Palabuhanratu, Sukabumi, Jawa Barat, selepas melintasi jalur alternatif Cikidang dari arah Bogor.

Jalan ini terbilang rawan kecelakaan, nyaris setiap tahun ada saja kendaraan yang terjun ke dalam jurang sedalam belasan hingga puluhan meter. Kecuraman jalan di tempat itu nyaris mencapai 45 derajat dengan pinggiran jalan yang berbatasan dengan tebing dan jurang.

Seringnya kecelakaan di tempat tersebut memantik aroma cerita horor di kalangan warga setempat. Mulai dari ular berukuran besar, karung melompat, maung atau macan hingga remaja tanpa kepala.

Cicah (48) warga yang tinggal tidak jauh dari tanjakan Cisarakan mengaku banyak mendengar kisah-kisah horor itu dari pengendara yang mengalami kemalangan saat melintas tanjakan tersebut.

"Kalau ke warga sini saya enggak pernah lihat atau dengar, kebanyakan cerita dari mereka yang selamat dari kecelakaan. Ada katanya yang melihat ular panjang sampai enggak kelihatan ujungnya, ada juga yang melihat maung," kata Cicah kepada detikcom, Rabu (22/5).

Cicah bercerita saat usianya masih belasan tahun kondisi jalan masih rusak tidak semulus saat ini. Cerita soal ular dan maung itu kerap berulang diceritakan para korban kecelakaan di tempat tersebut.

"Yang diceritakan sama, ada juga yang ceritanya berbeda yaitu tentang benda mirip karung yang melompat-lompat dan remaja tanpa kepala. Banyakan orang jauh yang cerita, kalau saya tidak pernah lihat yang begituan," ujarnya.

Soal cerita remaja tanpa kepala, Cicah menyebut dahulu memang pernah ada kecelakaan yang menimpa anak-anak pelajar yang sedang botram (makan bersama) di kali kering di area Cisarakan.

"Ada lima anak sedang botram di sekitar sungai kering di Cisarakan saat itu tiba-tiba ada pohon jatuh dua anak meninggal satu di antaranya kepalanya pecah," kisahnya.

Tanjakan Cisarakan memiliki panjang lintasan kurang lebih sepanjang 150 sampai 200 meter. Hermawan (30) warga Kiaralawang membenarkan setiap tahun ada saja yang kecelakaan masuk jurang di lokasi tersebut.

"Setiap tahun ada sampai 5 kendaraan yang kecelakaan, mulai dari masuk jurang sampai mundur nabrak tebing gara-gara tidak kuat nanjak. Kebanyakan kalau enggak bis, mobil angkutan sisanya kendaraan pribadi," tuturnya.

Detikcom melihat langsung kondisi tanjakan Cisarakan, kondisinya memang cukup ekstrem. Beberapa kendaraan terlihat zigzag untuk memperkuat daya laju kendaraannya. Jurang di bahu jalan dengan pepohonan besar terlihat berjejer di sepanjang perjalanan.
(sya/ern)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed