DetikNews
Selasa 21 Mei 2019, 02:56 WIB

Dear Pemudik, Isi Ulang Uang Digital Bisa di Eks GT Cikarang Utama

Dian Firmansyah - detikNews
Dear Pemudik, Isi Ulang Uang Digital Bisa di Eks GT Cikarang Utama Foto: Dian Firmansyah
Purwakarta - Gerbang Tol (GT) Cikarang Utama (Cikarut) tidak akan lagi digunakan untuk bertransaksi saat menuju atau meninggalkan Jakarta mulai 23 Mei pukul 00.00 WIB. Pengganti GT tersebut pun kini berada di dua ruas tol berbeda, dan sedang dalam proses penyelesaiannya.

Gerbang pertama berada di ruas Tol Japek KM 70 menuju Cipali atau yang kini dikenal sebagai GT Cikampek Utama. Serta satu gerbang tol lagi yang mengarah ke Bandung berada di ruas Tol Cipularang KM 67 yang diberi nama GT Kalihurip Utama.

Karena tidak lagi digunakan untuk bertransaksi pembayaran tol, General Manager PT Jasa Marga Cabang Japek, Raddy R Lukman mengatakan, GT Cikarut pun akan beralih fungsi menjadi drive thru isi ulang uang elektronik atau digital.

"Eks GT Cikarut 3 akan digunakan untuk drive thru top up tunai, bisa untuk semua bank (penyedia uang elektronik dan e-Toll)," kata Raddy saat meninjau progres GT Cikampek Utama, KM 70 Ruas Tol Japek, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Senin (20/5).

Di gerbang tol yang menjadi gerbang masuk atau keluar Jakarta itu, nantinya para pengemudi bisa melakukan top up atau tambah saldo. Karena dinamai drive thru, pengemudi pun tidak perlu repot keluar dari mobil atau bahkan keluar dari jalur tol. Pengendara dapat menuju gerbang tersebut dan kembali masuk ke jalur utama.

Raddy menyebut metode drive thru top up di GT Cikarut itu ditujukan bagi para pengemudi, khususnya pemudik, agar bisa mengantisipasi harga saat berkendara jarak jauh.

Selain dijadikan tempat untuk membeli yang elektronik untuk bertransaksi di tol, sejumlah gardu tol di GT Cikarut akan dibongkar. "Kami bongkar gardunya, tidak langsung semua gardu, Sambil dibongkar ada pengalihan jalur," ujar dia.

Pihaknya menargetkan tidak akan ada lagi hambatan pembongkaran gardu dalam waktu empat hari. Pembongkaran gardu di GT Cikarut pun akan mulai dilakukan pada hari pertama GT Cikarut tidak lagi diberlakukan untuk bertransaksi, yaitu pada 23 Mei 2019.

Saat tidak lagi beroperasi, Raddy menjelaskan, akan ada rekayasa arus lalu lintas di GT Cikarut yang dinamai smoothing lajur. Rekayasa lalin itu bertujuan untuk menghindari kemacetan karena efek bottleneck.

"Kalau tidak dilakukan smoothing, itu akan berbahaya dan menimbulkan efek bottleneck, empat lajur lalu melebar (saat di GT Cikarut) dan masuk lagi empat lajur, itu akan berbahaya," ucapnya menjelaskan.

Smoothing lajur itu, kata Raddy, akan menggunakan separator untuk membatasi dan mengarahkan kendaraan ke jalur yang ditentukan.
(bbn/ern)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed