detikNews
Senin 20 Mei 2019, 17:30 WIB

Polres Sukabumi Selidiki Batu Bara Tumpah di Pantai Cipatuguran

Syahdan Alamsyah - detikNews
Polres Sukabumi Selidiki Batu Bara Tumpah di Pantai Cipatuguran Tongkang pengangkut batu bara yang karam di Pantai Cipatuguran Sukabumi. (Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom)
Sukabumi - Satreskrim Polres Sukabumi menyelidiki batu bara yang tumpah dari tongkang di Pantai Cipatuguran, Palabuhanratu, Sukabumi, Jawa Barat. Kapolres Sukabumi AKBP Nasriadi mengatakan tumpahan batu bara tersebut diduga telah berdampak kepada kerusakan ekosistem laut dan pencemaran lingkungan hidup di daerah yang terkena tumpahan.

Batu bara itu sedianya akan digunakan sebagai bahan bakar oleh pihak PLTU di kawasan Palabuhanratu. "Informasinya terjadi kebocoran pada bagian lambung kapal tongkang tersebut sehingga tumpah dan tercecer. Kapal tongkang tersebut milik PT NTT dengan nakhoda berinisial A, tujuan pengiriman ke PLTU Palabuhanratu," kata Nasriadi melalui pesan singkat, Senin (20/5/2019).


Menurut Nasriadi, ada sekitar 5.000 ton muatan batu bara yang tumpah dan tercecer ke lautan pesisir teluk Palabuhanratu atau tepatnya di Pantai Ciptuguran. Tumpahan itu memancing reaksi dari masyarakat karena dianggap sebagai pencemaran lingkungan.

"Kita mengambil beberapa barang bukti salah satunya ceceran batu bara di sekitar lokasi pantai, memeriksa nakhoda kapal berikut pihak agen pelayaran. Selain itu kita juga memintai keterangan Kabid Dinas Lingkungan Hidup (DLH)," ujar Nasriadi.

Selain mengamankan beberapa barang bukti serta memeriksa saksi, polisi juga berkoordinasi dengan DLH dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan terkait uji lab kandungan air laut dan air sumur warga pascainsiden tersebut.

"Kami memeriksa management Jety PLTU untuk mengetahui SOP parkir kapal, berkoordinasi dengan kementerian LHK guna mengambil sampel air laut untuk mengetahui kadar pencemarannya, karena lab LHK memang terakreditasi. Kita juga berkoordinasi dengan KKP (Kementerian kelautan dan perikanan) untuk mengetahui kemungkinan kerusakan terhadap biota laut akibat tercemar batu bara," tutur Nasriadi.

[Gambas:Video 20detik]


Sebelumnya, dua tongkang pengangkut batu bara karam di perairan Pantai Cipatuguran, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Menurut penuturan warga, kapal tersebut karam setelah dihantam ombak besar dua pekan lalu. Tumpahan batu bara itu berserakan.

Darsim S Suhendar (39), warga RW 20 sekaligus nelayan dari Kampung Cipatuguran, menyebut saat itu ombak besar, diduga kapten yang membawa tongkang tidak memperhitungkan kondisi ombak saat itu.

"Sudah tahu ombak besar angin besar kenapa di pinggir terus. Kalau saja saat itu ditarik sejauh empat mil enggak mungkin terjadi (karam), paling juga terbawa sampai pinggir," kata Darsim.


(sya/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
BERITA TERBARU +