DetikNews
Senin 20 Mei 2019, 16:35 WIB

Sidang Kasus Bupati Cianjur, Saksi Beberkan Detik-detik OTT Kadisdik

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Sidang Kasus Bupati Cianjur, Saksi Beberkan Detik-detik OTT Kadisdik Sidang Bupati Cianjur nonaktif Irvan Rivano Muchtar terkait kasus pemerasan. (Foto: Dony Indra Ramadhan/detikcom)
Bandung - Detik-detik operasi tangkap tangan (OTT) KPK atas kasus pemerasan yang diduga dilakukan Bupati Cianjur nonaktif Irvan Rivano Muchtar terungkap. Sebelum OTT, tim penyidik KPK melaksanakan pengintaian.

Penyidik KPK mengintai kendaraan terdakwa Cecep Sobandi selaku Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Cianjur yang dikendarai oleh Dadang Danur Huda. OTT yang dilakukan pada Oktober 2018 itu terjadi sesaat setelah Cecep menerima duit dengan kode 'gula' dari Rosidin, terdakwa yang menjabat Kabid SMP Disdik Cianjur.


Dadang yang dihadirkan sebagai saksi menuturkan awalnya dia mengantar majikannya ke Masjid Raya Cianjur. Di masjid itu pada waktu subuh, Rosidin memberikan paket dalam kardus yang dimasukkan ke mobil Cecep.

"Setelah itu kami melanjutkan perjalanan. Di tengah jalan saya lihat ada mobil yang mengikuti," ucap Dadang dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Senin (20/5/2019).

Dadang yang mengemudikan mobil itu mengira mobil di belakangnya hendak menyusul. Dia lantas memberi jalan agar mobil menyusul.

"Tapi ternyata mobil itu malah memberhentikan kami secara mendadak. Kami disergap, mereka bilang 'saya dari KPK'," ucapnya.


Tim KPK lantas melakukan penggeledahan di pinggir jalan. Mereka menemukan kardus yang sebelumnya diberikan Rosidin kepada Cecep.

"Kami digeledah di trotoar dan ternyata kardus itu isinya uang. Saya nggak tahu jumlahnya," kata Dadang.

Kasus ini berawal dari operasi tangkap tangan (OTT) pada Oktober 2018. Saat itu, KPK mengamankan uang Rp 1,5 miliar dari dalam mobil Kadisdik Cianjur Cecep Sobandi.

Dalam dakwaan jaksa KPK, Irvan Rivano Muchtar meraup Rp 6,9 miliar dari hasil memeras Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik 137 kepala sekolah SMP di Kabupaten Cianjur. Sebelum pencairan DAK, Irvan meminta down payment (DP).


Simak Juga 'Ditahan KPK, Bupati Jepara Singgung Nabi Yusuf':

[Gambas:Video 20detik]


(dir/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed