DetikNews
Rabu 15 Mei 2019, 11:06 WIB

Keberangkatan Jemaah Haji di Bandara Kertajati Dibagi 17 Kloter

Mukhlis Dinillah - detikNews
Keberangkatan Jemaah Haji di Bandara Kertajati Dibagi 17 Kloter BIJB Kertajati (Foto: Rachman Haryanto/detikcom)
Bandung - Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kertajati, Kabupaten Majalengka, akan melayani keberangkatan calon jemaah haji dari lima kabupaten dan kota tahun ini. Pemberangkatan mereka dibagi dalam 17 kloter.

Kepala Kanwil Kementerian Agama Jabar Buchori menuturkan 17 kloter jamaah haji ini berasal dari wilayah Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, Majalengka, Kuningan dan Indramayu.

"Kami menerapkan sistem zonasi. Untuk skema jumlah per kloter, apakah menggunakan 393 orang atau 410 orang tergantung dari maskapai penerbangannya," kata Buchori saat rakor Penyusunan Kloter dan Persiapan Pemberangkatan Calon Jemaah Haji di Hotel Aryaduta, Kota Bandung, Selasa (14/5).


Ia menuturkan rencananya hotel The Radiant, Kabupaten Cirebon, digunakan untuk embarkasi haji di Kertajati. Namun, hal itu belum pasti karena harus dilakukan survei terlebih dahulu.

"Lokasi embarkasi diarahkan pada tempat yang tidak jauh dari bandara," ucap Buchori.

Dia meminta Kemenag di lima wilayah tersebut menyosialisasikan mengenai terbatasnya daya tampung bagi pengantar jemaah haji. Sehingga, kata Buchori, keluarga yang mengantar tidak membeludak.

"Ini penting, demi menjaga kelancaran dan keteguhan calon jamaah. Apalagi, daya tampung parkir bandara dan embarkasi perlu diperhatikan," tutur Buchori.


Sekda Jabar Iwa Karniwa mengatakan pemerintah akan menanggung biaya tambahan pemindahan embarkasi ke Cirebon. Pihaknya memastikan tidak ada membebankan jemaah haji.

"Selisih pembiayaan ditanggung oleh kami, yang penting para calon jemaah haji terlayani dengan baik," ucap Iwa di lokasi yang sama.

Sementara itu, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kemenag, Nizar menjelaskan, maskapai penerbangan segera mendaftarkan slot time terlebih dahulu ke pemerintah Arab Saudi. Pihaknya akan membahasnya dengan Kemenhub dan perwakilan maskapai.

"Makanya, nanti dalam rapat Kamis (16/5) mendatang akan dibahas pula soal ini. Pasalnya, untuk mendaftarkan slot time butuh waktu," ujar Nizar.
(mud/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed