DetikNews
Jumat 26 April 2019, 19:43 WIB

Punya Riwayat Sakit, 2 Petugas Pemilu di Cianjur Meninggal

Syahdan Alamsyah - detikNews
Punya Riwayat Sakit, 2 Petugas Pemilu di Cianjur Meninggal Anne Liane dan Ceppy Cahyadi. (Foto: istimewa)
Cianjur - Dua petugas Pemilu 2019 di Cianjur meninggal dunia. Mereka diduga kelelahan usai mengawal pelaksanaan pemilu di daerahnya. Selain itu, Keduanya diketahui punya riwayat sakit.

Petugas TPS 28 Desa Cimacan, Anne Liane (22), meninggal pada Kamis sore (25/4) kemarin di rumah ibunya, Kampung Sarongge, Desa Ciputri, Kecamatan Pacet, Cianjur. Anne sempat mimisan.

"Beberapa bulan ke belakang menurut keluarga, almarhumah juga pernah masuk rumah sakit karena kelelahan. Sejak pencoblosan (17 April), dia memang kerja sampai malam. Mungkin karena kelelahan, saat itu dia sempat mimisan," kata Imam Nurhadi, anggota PPS Desa Cimacan.
Tini (45), bibi Anne, mengungkapkan bahwa kemenakannya tersebut memiliki riwayat sakit dan pernah menjalani beberapa kali perawatan di RS Cimacan. "Pada hari pencoblosan (17 April), Anne beberapa kali mengalami pendarahan melalui hidungnya. Saya suruh pulang, jangan diteruskan. Tapi Anne menolak dan ingin menyelesaikannya hingga pukul 01.00 WIB," tuturnya.

Putri tunggal pasangan Ade Suryana dan Rina tersebut pada Kamis (18/4) sempat ke rumah sakit lantaran mengeluh sakit di tubuhnya. Selain pendarahan di hidung, Tini mengungkapkan, Anne bintik-bintik merah di kaki. Setelah beberapa kali menjalani penanganan medis di rumah sakit, Anne beristirahat di rumah sang ibu. Kesehatannya memburuh hingga meninggal.

Jenazah Anne dikebumikan di tempat pemakaman umum (TPU) usai salat Jumat, siang tadi. "Enam bulan lalu, dia sempat dirawat di rumah sakit. Menurut keterangan dokter yang merawatnya, almarhumah punya penyakit gejala leukimia," ucap Tini.

Petugas pemilu lainnya yang meninggal yaitu Ceppy Cahyadi. Lelaki tersebut sebagai pengawas TPS 01 Desa Pagermaneuh, Kecamatan Tanggeung. Ceppy meninggal pada Jumat (26/4), sekitar pukul 09.00 WIB.

"Almarhum kelelahan setelah bertugas, tepatnya usai penghitungan suara di tingkat TPS. Setelah kegiatan tersebut, sempat dibawa ke layanan kesehatan. Namun pada Jumat pagi, kami dapat kabar beliau meninggal dunia," kata Komisioner Bawaslu Cianjur Hadi Dzikri Nur via telepon.
Menurut informasi dari keluarga, Ceppy memiliki riwayat pernah dirawat karena sakit ginjal. "Kebetulan tadi saya ke rumah duka, informasi dari keluarga almarhum ini memang pernah dirawat karena sakit ginjal setahun yang lalu. Setelah itu sembuh," kata Hadi.

Menurut dia, pengawas TPS yang meninggal dunia merupakan yang pertama di Cianjur. Namun untuk petugas yang sakit, baik ringan atau berat, sambung Hadi, jumlahnya ada puluhan orang.

"Ini yang pertama, semoga tidak ada lagi. Untuk yang sakit, kita sama-sama berdoa bisa segera sembuh. Sejak awal pelaksanaan, kami sudah mengingatkan agar para pengawas untuk menjaga kesehatan," ujar Hadi.


Saksikan juga video 'Analisis KPU Soal Penyebab Anggota KPPS Bertumbangan':

[Gambas:Video 20detik]


(sya/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed