DetikNews
Rabu 24 April 2019, 15:02 WIB

Kapolda Jabar Santuni Keluarga Polisi yang Meninggal Saat Amankan Pemilu

Sudirman Wamad - detikNews
Kapolda Jabar Santuni Keluarga Polisi yang Meninggal Saat Amankan Pemilu Foto: Sudirman Wamad
Cirebon -
Keluarga Aipda Anumerta Mashadi, anggota Sat Reskrim Polres Indramayu yang gugur saat bertugas mengamankan pemilu mendapat santunan dari Polda Jabar. Mashadi meninggal karena kecelakaan.

Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto mengaku pihaknya bertanggung jawab memenuhi hak ahli waris Aipda Mashadi. Intansi kepolisian, dikatakan Agung, mengucapkan duka cita atas meninggalnya Mashadi.

"Iya mendapatkan kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi dari sebelumnya. Ya nominalnya tidak seberapa, semoga bermanfaat. Keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan," kata Agung usai memberikan santunan kepasa keluarga Mashadi di Mapolresta Cirebon, Jalan Veteran Kota Cirebon, Jabar, Rabu (24/4/2019).

Lebih lanjut, Agung menyebutkan Mashadi merupakan anggota Sat Reskrim Polres Indramayu yang berdomisili di Kabupaten Cirebon. "Sebenarnya yang bersangkutan ini warga Cirebon. Jadi karena kami sedang ada monitoring di Cirebon, sekalian mengagendakan pemberian santunan dengan meminjam tempat Polesta Cirebon," ucapnya.

"Semoga (Mashadi) bisa menjadi contoh bagi anggota lainnya. Karena sudah menjalankan tugas sebaik mungkin," tambah Agung.

Agung mengatakan di wilayah hukum Polda Jabar sedikitnya ada dua anggota polisi yang gugur saat mengamankan pemilu, yakni Mashadi dan anggota Polres Bandung Ipda Anumerta M Saefudin. Tak hanya itu, puluhan petugas pemilu lainnya di Jabar berguguran.

"Totalnya itu 15 personel yang gugur dari jajaran polri. Di Jabar ada dua dari polri, sedangkan masyarakat atau petugas pemilu di Jabar yang meninggal itu ada 38," kata Agung.

Agung mengaku telah mengevaluasi pelayanan kesehatan untum petugas pemilu. Pihaknya menjamin kepolisian akan mendukung penuh pelayanan kesehatan di tingkat PPK hingga KPU.

"Memang harus kita evaluasi aspek keselamatannya. Kita sudah instruksikan agat kapolres memberdayakan urkes secara keliling untuk membantu petugas PPK. Ya, memberikan bantuan kesehatan semaksimal mungkin. Agar proses yang kita lalui berjalan dengan baik," katanya.

Di tempat yang sama, Kapolres Indramayu AKBP M Yoris Maulana Marzuki mengatakam anggotanya yang gugur saat bertugas mengamankan pemilu merupakan anggota berprestasi. Mashadi, dikatakan Yoris, menjabat sebagai Kassubdit Resmob Sat Reskrim Polres Indramayu.

"Anggota terbaik, semoga menjadi teladan bagi anggota lain. Sering dapat reward. Ya, penggerak Resmob, jabatannya Kassubdit Resmob," kata Yoris di Mapolresta Cirebon.

Yoris mengatakan Mashadi meninggal saat menjalanlan tugas atau perintah dari pimpinannya untuk memantau rencana pemunguran suara ulang (PSU) di salah satu TPS yang ada di Desa Plumbon, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, Jabar. "Ya saat tugas kecelakaan. Kami turut berduka. Tentunya (Mashadi) merupakan anggota yang berprestasi,'" kata Yoris.

Sementara itu, istri dari mendiang Mashadi, Aprlianti tak banyak bicara. Aprlianti terus meneteskan air mata saat menghadiri pemberian santunan. "Terimakasih Pak Kapolda dan semua pihak atas perhatiannya. Kami atas nama keluarga meminta maaf jika suami saya ada kesalahan selama dinas," ucapnya singkat.

Seperti diberitakan sebelumnya, Aipda Mashadi meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Widasari, Kabupaten Indramayu pada Jumat (19/4/2019). Saat itu, Mashadi bersama rekannya Bripka Eko Budiono hendak meninjau TPS di Desa Plumbon, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu.

Kendaraan yang ditumpangi kedua anggota Polres Indramayu itu terbalik setelah menghindari pengendara motor yang keluar dari gang di Jalan Raya Widasari. Mashadi meninggal dunia, sedangkan Eko mengalami luka-luka.



(ern/ern)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed