Bea Cukai Tangkap Penyelundup Benih Lobster Senilai Rp 10,9 M

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Kamis, 28 Mar 2019 13:49 WIB
Bea cukai tangkap penyelundup benih lobster senilai Rp 10,9 miliar. (Foto: Dony Indra Ramadhan/detikcom)
Jakarta - Kantor Wilayah (Kanwil) Bea dan Cukai Jawa Barat menangkap seorang pria lantaran menyelundupkan benih lobster senilai Rp 10,9 miliar melalui Bandara Husein Sastranegara. Ribuan benih lobster tersebut dibawa menggunakan kantong plastik dengan tujuan Singapura.

Penyelundup berinisial AR (26) tersebut diamankan petugas bea cukai Jabar saat hendak naik ke pesawat di Bandara Husein Sastranegara pada Jumat (22/3) lalu. Saat itu, petugas telah menerima informasi intelejen terkait upaya penyelundupan bayi lobster.

"Petugas melakukan pengamatan terhadap gerak-gerik pelaku. Lalu kita lakukan pemeriksaan terhadap dua buah tas kabin yang dibawa oleh pelaku," ucap Kepala Kanwil Bea dan Cukai Jabar Syaifullah Nasution di kantor Kanwil Bea dan Cukai Jabar, Jalan Surapati, Kota Bandung, Kamis (28/3/2019).


Dari pemeriksaan tersebut, petugas menemukan 33 kantung plastik berisi benih lobster. Setelah dilakukan penghitungan, puluhan plastik tersebut berisi 54.947 ekor benih.

Berdasarkan pemeriksaan, tersangka akan membawa benih lobster ke Singapura. "Tersangka AR ini akan ke Singapura menggunakan pesawat Garuda. Tetapi kami mencurigai, sehingga kami lakukan pemeriksaan," katanya.

Petugas juga telah melakukan pengecekan terhadap nilai jual dari benih lobster tersebut. Nominalnya cukup fantastis mencapai miliaran rupiah.

"Nilai barang hasil penindakan ini sebesar Rp 10.989.400.000. Sementara potensi kerugian imaterial yang lebih besar ialah terancamnya keberadaan dan ketersediaan populasi sumber daya lobster sebagai produk perikanan Indonesia," tuturnya.


Syaifullah menambahkan larangan jual-beli benih lobster ini sudah diatur dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No 56/PERMEN-KP/2016 tentang Larangan Penangkapan dan atau Pengeluaran Lobster (Panulirus spp.), Kepiting (Scylla spp.) dan Rajungan (Podunus spp.) dari Wilayah Negara Republik Indonesia. Sehingga, AR dianggap telah melanggar ketentuan sebagaimana aturan yang dimaksud.

"Sebagai tindak lanjut, penanganan perkara penyelundupan di bidang ekspose ini telah dilakukan penyidikan oleh kami. Pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Rutan Salemba," tuturnya.

Pelaku dianggap telah melanggar ketentuan Pasal 102A huruf a Undang-undang No 17 Tahun 2006 tentang perubahan atas Undang-undang No 10 tahun 1995 tentang Kepabeanan. Ancaman hukuman pidana mencapai 10 tahun.


Simak Juga "TNI AL Gagalkan Penyelundupan Baby Lobster Senilai Rp 46 M":

[Gambas:Video 20detik]

(dir/tro)