DetikNews
Kamis 21 Maret 2019, 11:12 WIB

Round-up

Bilik Cinta Suami Inneke Koesherawati Berujung 3,5 Tahun Bui

Tri Ispranoto - detikNews
Bilik Cinta Suami Inneke Koesherawati Berujung 3,5 Tahun Bui Foto: Dony Indra Ramadhan
Bandung - Fahmi Darmawansyah divonis oleh Majelis Hakim Pendadilan Tipikor Bandung hukuman penjara 3,5 tahun dan denda Rp 100 juta subsider 4 bulan penjara. Ia terbukti melakukan suap terhadap eks Kalapas Sukamiskin Wahid Husen.

Kasus yang menimpa suami Inneke Koesherawati itu bermula dari OTT KPK terhadap Wahid Husen saat menjabat sebagai Kalapas Sukamiskin. Selain Wahid, Fahmi yang merupakan napi Lapas Sukamiskin dalam kasus suap Bakamla bersama dua orang lainnya juga diamankan oleh KPK. OTT tersebut dilakukan pada Sabtu 21 Juli 2018 lalu.

Belakangan terungkap jika Fahmi telah memberikan sebuah mobil Mitsubishi Triton 4x4, sejumlah barang dan uang kepada Wahid selama menjadi warga binaan. Bahkan sel mewah yang dihuni Fahmi dihargai Rp 700 juta. Tak kalah mengagetkan, Fahmi juga disebut-sebut memiliki fasilitas berupa bilik cinta yang digunakan sebagai tempat berhubungan suami istri.

Bilik cinta tersebut awalnya sebuah toilet umum yang biasa digunakan untuk tamu atau orang besuk. Belakangan, ruangan itu disulap menjadi kamar dengan fasilitas kasur dan kipas angin. Bukan hanya digunakan Fahmi dan Inneke, bilik tersebut juga disewakan seharga Rp 650 ribu kepada napi lain untuk satu kali 'cek in'.

Bermula dari itu, praktik fasilitas mewah di Lapas Sukamiskin pun mulai terbongkar. Bahkan beberapa napi seperti Setya Novanto dan Nazaruddin diduga menggunakan sel asli tapi palsu selama mendekam di lapas khusus napi tipikor itu.

Selain fasilitas mewah, selama menjabat, Wahid juga memberi keleluasaan bagi para napi untuk keluar masuk. Dua napi tipikor yakni Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan dan Fuad Amin menggunakan kemudahan itu. Bahkan Wawan pernah pelesiran dengan menginap di hotel bersama wanita lain yang bukan Airin Rachmi Diany, istrinya.

Selama menjalani persidangan Fahmi terlihat kooperatif. Ia membeberkan semua hal yang selama ini dialaminya. Bapak dua anak ini pun mengakui segala perbuatannya, termasuk melakukan suap terhadap Wahid Husen.

Jaksa dari KPK menilai Fahmi telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah sesuai dakwaan primer Pasal 5 ayat (1) huruf b UU No 31 tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sebagaimana diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU No 31 tahun 1999 tentang Tipikor Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana Jo Pasal 64 ayat (1) KUHPidana.

"Menuntut dan meminta majelis hakim menjatuhkan pidana penjara selama 5 tahun dan denda Rp 200 juta subsider 6 bulan penjara," ujar jaksa KPK saat sidang tuntutan Rabu 20 Februari lalu.

Puncaknya, dalam sidang vonis yang digelar pada Rabu 20 Maret kemarin, majelis hakim menilai perbuatan Fahmi bertentangan dengan program pemerintah untuk memberantas korupsi. Selain itu Fahmi telah melakukan perbuatan serupa, yakni suap untuk kedua kalinya.

Meski begitu, hakim menyebut Fahmi telah mengakui segala perbuatannya, berlaku sopan selama persidangan dan masih memiliki tanggungan istri juga dua anak yang masih sekolah. Sehingga diputuskan hukuman tersebut berkurang dari tuntutan jaksa.

"Menjatuhi hukuman penjara 3 tahun 6 bulan dan denda Rp 100 juta subsider 4 bulan penjara," ujar hakim.

Inneke Koesherawati yang hadir dalam persidangan terlihat pasrah. Ia menyatakan vonis yang dijatuhkan adalah keputusan yang terbaik dari Allah. Ia pun mengaku akan selalu setia menunggu suaminya keluar dari penjara.

Sepertinya Inneke harus menunggu lebih lama, sebab selain harus menjalani vonis kasus suap kalapas Sukamiskin, masa tahanan dari kasus sebelumnya yaitu suap satelit Bakamla. Fahmi divonis 2 tahun 8 bulan pada Juni 2017 lalu.


Saksikan juga video 'Tok! Suami Inneke Divonis 3,5 Tahun Penjara':

[Gambas:Video 20detik]


(tro/ern)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed